Tanya Jawab Quran (8)

  1. Soal: Apa hukumnya terjemah secara makna atau tafsir?

Jawab:

Terjemah secara makna atau tafsir, yaitu penjelasan makna perkataan yang terdapat dalam Quran tanpa keharusan urutan kata per kata sebagaimana ayat yang diterjemahkan, sebagian ulama memberikan rukhsoh asalkan dibutuhkan dalam menyampaikan dakwah, baik itu masalah tauhid atau rukun-rukun ibadah. Barang siapa yang menginginkan lebih dari itu, hendaknya belajar Bahasa Arab.

 

  1. Soal: Surat apa yang diberi nama dengan nama serangga?

Jawab:

  1. Surat An Nahl (lebah)
  2. Surat An Naml (semut)
  3. Surat Al Ankabut (laba-laba)

 

  1. Soal: Surat apa yang diawali dengan kata “innaa”?

Jawab:

  1. Surat Al Fath
  2. Surat Nuh
  3. Surat Al Qadr
  4. Surat Al Kautsar

 

  1. Soal: Surat apa yang dimulai dengan kata “sabbaha”?

Jawab:

  1. Surat Al Hadid
  2. Surat Al Hasyr
  3. Surat As Shoff

 

  1. Soal: Surat apa yang dimulai dengan kata “sabbih”?

Jawab:

Surat Al A’la

 

  1. Soal: Surat apa yang dimulai dengan kata “yusabbihu”?

Jawab:

  1. Surat Al Jumu’ah
  2. Surat At Taghobun

 

  1. Soal: Surat apa yang diawali dengan kata “Laa uqsimu”?

Jawab:

  1. Surat Al Qiyamah
  2. Surat Al Balad

 

  1. Soal: Apa saja syarat-syarat untuk menerjemahkan secara tafsir?

Jawab:

Hendaknya penerjemah benar-benar menguasai makna yang mendekati, yang paling mudah dicerna, dan yang paling kuat, kemudian diterjemahkan tafsir ini dengan amanah dan sebaik-baiknya.

 

  1. Soal: Apa hukumnya mengamalkan Quran?

Jawab:

Mengamalkan kitabullah hukumnya wajib atas setiap muslim dan muslimah, dan perintah ini diulang-ulang secara terus menerus oleh Allah SWT sendiri di banyak ayat.

“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat” (QS Al An’am : 155)

“Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.” (QS Az Zukhruf : 43)

“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (QS Al Maidah : 49)

 

  1. Soal: Mana yang lebih baik, membaca banyak ayat tanpa perenungan, atau membaca sedikit ayat dengan perenungan?

Jawab:

Para sahabat melihat bahwa membaca sedikit ayat dengan direnungi lebih baik daripada membaca banyak ayat tapi tanpa perenungan sama sekali.

Ibnu Abbas RA berkata: membaca surat Al Baqoroh dan Ali Imron secara tartil dan direnungi, lebih aku sukai daripada membaca Quran secara keseluruhan dengan cepat. Dan beliau berkata pula: membaca surat Al Zalzalah dan Al Qori’ah dengan direnungi lebih aku sukai daripada membaca surat Al Baqoroh dan Ali Imron dengan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *