PENTINGNYA ETIKA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

Latar Belakang

Kemajuan teknologi saat ini, memberikan cara baru dalam berinteraksi dengan orang lain tanpa batas jarak dan waktu. Perkembangan zaman membuat seseorang tanpa harus bersusah payah untuk menyambung silaturahmi. Salah satunya dengan media sosial. Media sosial memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain

Media sosial ternyata tidak saja digunakan untuk menyambung silaturahmi. Namun bisa lebih dari sekedar itu. Media sosial dapat digunakan untuk media jual beli, promosi, bahkan sampai kampanye. Semua dapat dilakukan Namun, yang disayangkan saat ini. Terjadi penyalahgunaan media sosial tersebut. Adanya penipuan, menggunjing orang lain, menghina, bahkan penculikan dan pemerkosaan. Semua bisa terjadi dengan media sosial

Dalam upaya mengurangi permasalahan tersebut maka diperlukanlah suatu etika dalam menggunakan media sosial agar tidak saling menghina ataupun menuduh orang lain tanpa alasan yang jelas.

Rumusan Masalah

  1. Apakah pengertian Media Sosial?
  2. Bagaimana etika menggunakan media sosial dalam ajaran Islam?
  1. Pengertian Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

  1. Etika dalam Menggunakan Media sosial

Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak. Sebagai pengikut Rasullulah, pantaskah meninggalkan atau menanggalkan akhlak saat berinteraksi, menyampaikan pendapat, dalam keseharian hingga di media sosial (medsos)?

“Akhlak maupun etika merupakan misi utama Nabi Muhammad SAW. Dan itu tidak hanya etika dalam perbuatan, tapi juga etika dalam berbicara. Berbicara mengenai akhlak dan etika dalam mengeluarkan pendapat di media sosial,hal itu tetap masuk pada aturan yang berlaku dalam Islam, bahkan undang-undangpun mengatur hal itu.

 

Dengan demikian, kita menyikapi media sosial yang ramai ujaran kebencian hingga hujatan, seseorang yang mengaku dirinya Muslim namun tidak bisa menjaga lisannya, maka bisa dipastikan keimanannya sangat lemah. “Dan sangat jelas bahwa hal itu sangat jauh dari etika yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,”

Berikut beberapa hal penting yang harus di lakukan pada saat menggunakan media sosial:

Gunakan Media Sosial untuk Hal yang Bermanfaat

Media sosial saat ini tak ubahnya seperti senjata tajam. Ia dapat digunakan untuk agenda kebaikan, seperti menyambung silaturahim dan berbagi ilmu pengetahuan, dan dapat pula diarahkan untuk menusuk dan membinasakan nyawa orang.

Memang pada saat update status tidak ada darah yang tertumpah seperti halnya menusuk pedang ke perut orang. Tetapi coba perhatikan, tidak jarang status ujaran kebencian yang mengundang provokasi, konflik, bahkan bertumpahan darah. Sebab itu, gunakanlah media sosial untuk kebaikan, menyebarkan ilmu pengetahuan, bukan fitnah dan kebencian. Kalau tidak bisa menyebar dan berbuat kebaikan di media sosial, lebih baik tidak usah ikut-ikutan update status ataupun menyebar berita yang belum jelas kebenarannya.

Rasulullah SAW mengatakan, “Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya” (HR: Tirmidzi)

Gunakan Bahasa yang Sopan dan Tidak Provokatif

Sahabat Abu Musa al-‘Asy’ari pernah bertanya kepada Rasul: Wahai Rasul siapakah muslim terbaik? Rasul menjawab, “Muslim yang mampu menjaga orang lain dari ucapan dan perbuatannnya” (HR: al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah disebutkan, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)” (HR: al-Bukhari dan Muslim).

Kedua hadis ini menunjukan betapa pentingnya menjaga lisan bagi Rasulullah. Bahkan standar kebaikan, keutamaan, dan kesempurnaan Iman diukur berdasarkan sejauh mana ia mampu menjaga lisannya. Dalam konteks bermedia sosial, tentu kualitas iman dan Islam seorang muslim dapat dilihat dari bagaimana cara mereka menggunakan media: apakah untuk kebaikan atau keburukan, serta bagaimana bahasa yang mereka gunakan.

Perlu diketahui, status di media sosial, tentu tak ubahnya seperti halnya kita bertutur kata sehari-hari. Mungkin pengaruh status yang kita ketik lebih besar ketimbang berbicara langsung. Karena pada saat bicara langsung pendengarnya sangat terbatas, sementara di media sosial siapapun dan dari belahan dunia manapun bisa membacanya. Sebab itu, gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak provokatif saat bermedia sosial.

Jangan Sebarkan Hoax

Sejak zaman Rasulullah hoax, atau berita bohong, selalu merugikan umat Islam. Masih ingat bagaimana kegalauan Rasulullah ketika dikabarkan bahwa ‘Aisyah sedang berduaan dengan laki-laki yang bukan mahram. Fitnah ini kemudian disebarkan secara massif dan merusak nama baik ‘Aisyah. Untung, tidak lama kemudian ayat al-Qur’an turun untuk menjelaskan bahwa ‘Aisyah tidak bersalah dan kabar yang disebarkan termasuk berita bohong.

Andaikan pada masa Rasulullah, bahaya hoax begitu dahsyat dan besar, apalagi masa sekarang di mana informasi terbuka luas dan setiap orang akan mengetahui setiap informasi dengan begitu mudahnya. Sebab itu, periksalah terlebih dahulu kebenaran dari informasi yang disampaikan. Tidak usah asal share, khawatir informasinya tidak benar, nanti malah merugikan dan merusak nama baik orang lain.

KESIMPULAN

Walaupun jejaring sosial memiliki banyak manfaat, tetapi juga memiliki dampak yang buruk bagi kita. Kita juga dapat menemukan bahkan memberikan informasi kepada siapa saja yang membutuhkan. Jejaring sosial juga penting dalam kehidupan kita sehari-hari.

SARAN
Dalam pemakaian jejaring sosial kita harus pintar-pintar agar tidak mendapatkan masalah, juga tidak mudah tergoda dalam situs-situs yang menggiurkan. Dianjurkan dalam mengunakan jejaring sosial agar tidak melakukan hal-hal yang berbentuk kriminalisme dan jangan percaya informasi yang belum terbukti. Maka dari itu gunakanlah media jejaring sosial dengan sebaik-baiknya.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://ayuamelia12.blogspot.com/2015/04/makalah-media-sosial.html

http://www.nu.or.id/post/read/73278/jangan-tinggalkan-etika-nabi-dari-medsos

https://islami.co/tiga-akhlak-bermedia-sosial-yang-sering-dilupakan/

http://sutiatia.blogspot.com/2013/05/etika-menggunakan-jejaring-sosial.html

https://www.kompasiana.com/ranggajk/5a0b153c9f91ce4a27068ef3/pentingnya-etika-dalam-media-sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *