Contoh Terbaik dalam Membangun Umat

Di masa lalu, Platon dengan konsep Republik, Aristoteles dengan konsep politiknya, keduanya gagal mengimplementasikan masyarakat dengan konsep tersebut

Bahkan Romawi setelahnya malah tidak beres sistemnya

Akan tetapi, rasulullah saw justru menerapkan pondasi-pondasi wahyu di dalam masyarakat

Misalnya, dalam Quran disebutkan untuk mengajak perdamaian dan solidaritas di antara umat, menegaskan bahwa kemuliaan bukan tergantung pada suku atau nasab dll, akan tetapi dari sudut pandang keunggulan moral dan etika.

Maka Islam tidak menyatukan dengan pondasi pada satu kaum saja, sebagaimana para nabi sebelumnya hanya diutus untuk kaumnya saja

Akan tetapi, Islam menyatukan umat seluruhnya, umat manusia

Penyatuan itu didasarkan pada umat terbaik yang melepaskan sekat-sekat kesukuan, meredam berbagai peperangan di antara mereka,

Yang mana peperangan tersebut menghilangkan tujuan awal penciptaan manusia di alam ini

Rasulullah saw menampakkan mukjizat sosial, yang mana setiap orang selalu menyebutnya, tidak ada yang mampu menyainginya.

Ini adalah sebuah mukjizat dari Islam yang selalu kekal, dimana para ahli sosial menyatakan bahwa ini sangat tidak mungkin terjadi

Ini terjadi karena pondasi Islam adalah: memelihara fitrah dan akal sehat.

Menegakkan Fitrah

Meminta untuk meninggalkan segala macam taklid dan prasangka

Suci seperti baru lahir

Kosong dari segala macam imajinasi khayalan

Diisi dengan nalar dan logika sehat, bukan dengan hawa nafsu

Perubahan Mendasar dalam Masyarakat

Sebelumnya, bangsa Arab sangat menjunjung tinggi nasab

Ketika Islam datang dengan prinsip kesetaraan, keadaan ini berubah

Maka semua jadi setara

Tidak bertanya seseorang kepada tetangganya, dari kabilah apa dia

Rasulullah mencontohkan ini secara nyata

Bilal pernah disuruh mengatur Madinah

Usamah bin Zaid , seorang budak, pernah disuruh memimpin pasukan yang mana di dalamnya ada Abu Bakar dan Umar.

Abu Dzar pernah memanggil seorang kulit hitam dengan panggilan: Wahai hitam. Maka rasulullah saw marah, lalu berkata: tidaklah bagi seorang kulit putih lebih mulia daripada seorang kulit hitam kecuali dengan takwa atau perbuatan baik (amal solih).

Para sahabat meniru Rasulullah, mereka bermuamalah tanpa memandang status, gelar, warna kulit, dan asal-usul

Ketika Umar ra di ranjang menjelang ajal, ia memilih 6 orang untuk dipilih oleh kaum muslimin, satu di antara 6 orang tersebut menjadi khalifah, dia berkata: seandainya Salim  budaknya Abu Khudzaifah masih hidup, tentu aku tidak melakukan musyawarah seperti ini. (Maksudnya langsung saja Umar menunjuk Salim menjadi khalifah)

Umar ra menyuruh Shuhaib, budak romawi, untuk menggantikannya menjadi imam sholat

Ini adalah bukti-bukti bahwa umat Islam dahulu kala sudah menjadi rujukan dalam hal kesetaraan, dan dalam berbagai hal lain sepanjang sejarah.

Para ahli fiqih di awal masa keislaman dari berbagai bangsa, di antaranya berasal dari kalangan budak

Hanya Imam an-Nakha’i yang berasal dari Arab

Imam para muhadditsin (ulama hadits) Hasan al-Bashri adalah orang Persia

Mujtahid pertama, Imam Abu Hanifah, Nu’man bin Tsabit adalah orang Persia juga

Para ahli hadits mayoritas malah bukan bangsa Arab, seperti Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Baihaqi, Imam Tirmidzi, Imam Daruqutni, Imam Ibnu Majah.

Mufassir awal masa keislaman juga bukan dari Arab, seperi Imam Thobari, Imam Zamakhsyari, Imam Fakhruddin ar-Razi, Imam Naisaburi.

Imam Ghazali juga orang Persia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *