Hidayah dan Dholalah (Petunjuk dan Penyesatan)

Kaidah

}Allah menyesatkan siapapun yang dikehendaki dan menunjukkan siapapun yang dikehendaki

}Makna: Allah menciptakan penyesatan dan petunjuk sekaligus, karena Allah Maha Mencipta

}Mengapa harus dikaitkan dengan masyi-ah (siapapun yang dikehendaki)?

} adalah sebagai penanda bahwa hidayah itu bukan berarti sebagai penjelasan jalan yang benar, karena penjelasan jalan yang benar itu umum dan hak setiap manusia

}Menyesatkan di sini juga dengan kehendak Allah, karena bukan berarti bahwa setiap manusia yang lahir dalam keadaan tersesat atau disebut tersesat (mis: setiap manusia yang baru lahir adalah tersesat), karena jika demikian, maka tidak berarti apa-apa bila dikaitkan dengan masyiah (kehendak) Allah

}Seringkali hidayah disandarkan kepada Nabi dan Quran, itu tidak lain sebagai kiasan sebagai salah satu jalan penyebab diberi petunjuk

}Sebagaimana penyesatan disandarkan kepada syetan sebagai kiasan, sebagaimana pula disandarkan kepada berhala.

}Hidayah: petunjuk

}Ihtida’: berada pada rel/jalan menuju kebaikan

}Dholalah: penyesatan

}Idl-lal: berada pada rel/jalan menuju keburukan

}Allah memberi petunjuk kepada seseorang, tetapi orang tersebut menolaknya

هداه الله و لم يهتد

}Artinya: ungkapan tersebut sebagai kiasan, bahwa ada ajakan ke jalan kebaikan, tetapi ia tidak mau menempuh jalan tersebut

Definisi yang benar?

}Allah memberi hidayah, artinya Allah bukan memberi penjelasan tentang jalan yang benar/baik, tetapi Allah langsung menaruh hamba tersebut pada jalan yang menuju kebaikan.

إِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ أَحْبَبْتَ

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi (QS al-Qoshosh: 56)

}Artinya: bahwa kehendak Allah dan kekuasaan-Nya untuk membuat seorang hamba di jalan kebaikan dan kebenaran.

}Jika ayat di atas dipahami sebagai memberi penjelasan tentang jalan kebenaran, maka tentu Rasul saw dapat melakukannya dan itu adalah tugas beliau, tetapi maknanya bukan seperti itu.

}Rasulullah saw berdoa:

اللهمّ اهد قومي

Artinya: Ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku

}Penjelasan: padahal ketika itu Rasul saw datang kepada kaumnya untuk menjelaskan jalan kebenaran dan mengajak mereka kepada jalan kebenaran tersebut

}Makna: kalau doa tersebut diartikan sebagai permohonan Rasul saw kepada Allah agar Allah memberikan penjelasan tentang jalan kebenaran, maka doa tersebut tidak berfungsi apa-apa.

}Mu’tazilah berpendapat: bahwa hidayah berarti penjelasan tentang jalan menuju kebenaran, dan ini sudah terbantahkan.

المرجع:

التعليقات على شرح العقائد

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *