Islam Mengedepankan Keikhlasan

}Para sejarahwan terkejut melihat perkembangan awal Islam

}Bangsa Arab ketika itu mencapai keberhasilan untuk meluaskan pengaruh dan kekuasaannya dalam satu abad, yang mana hal tersebut tidak bisa dicapai oleh Bangsa Romawi dalam 8 abad.

}Ini membingungkan bagi para sejarahwan

}Apa penyebab semua ini?

}Akan tetapi, perkembangan kekuasaan Islam ketika itu, tidak sama dengan yang dilakukan Romawi

}Romawi terkenal dengan merendahkan bangsa yang dikuasainya, menghilangkan hak-hak orang lain, dan menjadikan pembesar bangsa-bangsa yang dikuasai sebagai penarik gerobak bagi bangsa Romawi

}Akan tetapi, ketika bangsa Arab dengan spirit Islam itu berkuasa, yang terlihat adalah keadilan, kebebasan, keseteraan, dan keamanan bagi seluruh bangsa yang berada di wilayah pengaruh dan kekuasaannya.

}Karena Islam mengajak pemeluknya untuk mengarahkan perbuatan mereka hanya kepada Allah

}Bukan untuk kepentingan materi dan tujuan duniawi

كُلُّ شَىۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُ

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah-Nya [Allah]

(QS al-Qashash: 88)

الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ما كان للهِ منها

“Dunia itu terlaknat, juga seisinya, kecuali yang dipersembahkan untuk Allah.”

– Karena semua akan binasa kecuali Allah, karena dunia dan isinya ini terlaknat kecuali yang ditujukan ikhlas untuk Allah, maka bagi seorang muslim harus mengarahkan perbuatannya hanya untuk Allah.

}Karena tujuannya adalah Allah, maka tidak layak dipersembahkan dengan perbuatan mungkar, dengan tujuan yang buruk

}Justru dapat menegaskan akhlak kaum muslimin

}Para ulama akhlak menyebutkan keutamaan akhlak dari ajaran Islam, bahkan sebagian dari mereka mengakui untuk menerapkan sebagian dari ajaran akhlak tersebut (karena terlampau berat)

}Keikhlasan didasari oleh tauhid, karena setiap perbuatan yang tidak ditujukan untuk Allah, maka akan ditolak

}Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah berkata kepada malaikat: sesungguhnya hamba ini tidak menginginkan-Ku (untuk-Ku) dalam perbuatannya, maka jadikan ia di dalam neraka

}Rasulullah saw bersabda: Jika dua pasukan bertemu (dalam perang), turunlah malaikat mencatat manusia sesuai kadarnya, fulan berperang karena dunia, fulan berperang karena fanatisme, bukanlah seorang hamba dikatakan berperang di jalan Allah,yaitu barang siapa yang berperang agar kalimat Allah itu lebih tinggi, maka ia di jalan Allah

}Islam meminta kepada pemeluknya untuk menjadikan setiap perbuatan mereka adalah untuk Allah SWT hingga perbuatan yang terlihat remeh dan kecil, agar semua perbuatannya secara keseluruhan hanya untuk-Nya

}Rasul saw bersabda: barang siapa memakai wewangian untuk Allah Ta’ala, ia datang di hari kiamat dan aromanya lebih harum dari misik, dan barang siapa memakai wewangian bukan untuk Allah, maka ia datang di hari kiamat dan aromanya lebih bau dari mayat.

}Hal inilah yang membuat generasi awal muslim terkenal dengan kesungguhannya dalam berikhlas

}Ibnu Mas’ud berkata: barang siapa yang melakukan hijrah menginginkan sesuatu, maka ia berhijrah untuk sesuatu itu, maka berhijarahlah seorang kemudian menikah seorang perempuan dari kaum kami, maka ia kemudian dipanggil muhajir ummu qois (orang yang berhijrah untuk ummu qois)

}Seseorang bertanya kepada Said bin Musayyib (yaitu seorang tabiin): seseorang berpura-pura melakukan kebaikan ia suka dipuji dan diberi upah, maka Said berkata: apakah engkau suka dibenci? Orang itu berkata: tidak, Said berkata: jika engkau berbuat, maka ikhlaslah untuk Allah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *