Jutsu Ilusi Mugen Tsukuyomi Pasca Pilpres 2019

Melepaskan diri dari pengaruh genjutsu (jutsu ilusi) adalah sesuatu yang sangat berat. jutsu yang bertumpu pada kekuatan ilusi ini berdampak, orang yang terkena jutsu akan lepas kendali pada emosinya sendiri. Cara kerja genjutsu kebanyakan memanfaatkan rasa sakit yang pernah dialami oleh korban, trauma, ataupun rasa tidak bisa menerima kenyataan karena kenyataan yang harus diterima sungguh sangatlah berat.

Dalam serial film anime Naruto Shippuden, pernah menceritakan sosok pemuda baik hati, polos, tetapi juga konyol. Ia bernama Obito, dia memiliki obsesi besar ingin membangkitkan kekuatan mugen tsukuyomi. Mugen tsukuyomi adalah jutsu terlarang, dan penggunaannya ditentang oleh seluruh negara aliansi desa Konohagakure. Karena jutsu ini sangat berbahaya. Dengan memanipulasi kekuatan rembulan melalui pancaran sinarnya, siapapun yang terdampak sinar cahaya mugen tsukuyomi akan masuk kedalam pengaruh jutsu maha dahsyat ini.

Obito terobsesi melakukan hal ini karena dia pernah mendengar rumor bahwa dengan membangkitkan mugen tsukuyomi ia bisa menghidupkan kembali sosok Rin, sahabat yang juga sekaligus orang yang dikasihinya itu. Karena maniak besarnya inilah, ia rela menjadi penghianat di negerinya sendiri.

Belakangan diketahui, ternyata Obito hanya dijadikan sebagai alat oleh Madara. Sebenarnya, Madara adalah sosok yang baik, namun ia terlalu idealis. Madara disebut juga sebagai salah satu pendiri desa Konohagakure bersama dengan Hashirama Senju (hokage pertama). Namun, karena kenaifaannya ingin mendirikan sebuah negara dengan segala persepsi pribadinya. Karakternya berubah menjadi sosok yang menakutkan.

Madara melihat bahwa Obito-lah yang dapat membantu menjalankan misi besarnya untuk membangkitkan kekuatan mugen tsukuyomi. Dan ternyata benar, Obito hanya dijadikan sebagai alat. Madara memanfaatkan rasa sakit yang pernah dialami oleh Obito, Rin sebagai teman sekaligus juga sebagai orang yang dikasihinya. Mati ditangan Kakashi, yang juga teman satu tim dibawah asuhan Hokage ke-4, Minato Namikaze.

Dari sinilah kemudian Obito mulai mewujudkan usahanya untuk mengumpulkan kekuatan 9 biju sebagai syarat utama agar dapat membangkitkan genjutsu mugen tsukuyomi. Naasnya, setelah 9 kekuatan biju terkumpul Obita dibuang begitu saja oleh Madara. Dari tragedi besar ini kemudian Obito baru menyadari bahwa apa yang ia lakukan selama ini adalah kesalahan yang sungguh sangat besar. Untung saja ia belum terlambat untuk kembali, Naruto mengulurkan tangannya mewakili semua emosi desa konahagakure berhasil mengajaknya untuk kembali menuju cahaya kebenaran. Kisahnya dapat dilihat pada serial perang besar yang melibatkan seluruh desa aliansi untuk melawan Madara.

Jika kita melihat situasi politik di Indonesia sekarang, nampaknya ada beberapa kemiripin dengan alur yang ada pada kisah di atas. Banyak dari kita yang berharap, setelah pemilihan umum Capres-Cawapres, situasi di jagad Indonesia dapat sedikit mendingin. Ternyata tidak demikian. Hasil Quick Count yang dirilis selang beberapa jam pasca pemilu serentak di berbagai daerah di Indonesia semakin membuat suasana kian hangat.

Quick Count (hitung cepat) telah menampilkan hasil bahwa Calon A mendapatkan prosentasi sekian, dan calon B sekian. Catatan sejarah mengatakan, walaupun hasil Quick Count. Itu sudah mewakili hasil dari Real Count. Selama ini selisih hasil Quick Count dan Real Count tidak berbeda secara signifikan. Selisihnya hanya berkisar antara 1 s/d 2 %.

Namun, Salah satu pasangan Capres-Cawapres bersi kokoh menolak angka yang dirilis oleh beberapa lembaga survey pada Quick Count. Ia keukeh (menurut dirinya) ia telah menang. Karena dia merasa memiliki tim khusus (Zetsu putih) yang sudah mengantongi data TPS di seluruh Indonesia bahwa ia mendapatkan posisi menang dengan prosentasi diatas 50%.

Klaim kemenangan tidak berhenti pada hal ini, beberapa kali ia memperlihatkan diri pada awak media, ia mendeklarasikan diri bahwa dia sudah menang dan sudah menjadi presiden republik Indonesia. Hal inipun juga diramaikan oleh mereka para pendukung fanatiknya. Apakah sosok Capres dan para pendukung fanatiknya juga sedang terdampak genjutsu mugen tsukuyomi ? Berhalusinasi karena tidak bisa menerima kekalahan. Halusinasi ini semakin menguat karena para pendukungnya yang fanatik sejak 2014 lalu mengalami trauma juga sakit hati. Ditambah lagi, paduka raja sudah kali ketiganya mencalonkan diri. Klaim kemenang dan sujud sukur sudah dilakukan. Ternyata hasilnya nihil.

Ada dalang dibalik ini semua. Siapakah yang berperan sebagai Madara ? Dan juga sebagai Obito ?

Silahkan cantumkan analisa kemiripan kisah di atas dengan kondisi hiruk-pikuk pilpres 2019 di Indonesia….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *