Mengenal Fath al-Mutafakkirin Karya Syaikh Usman Ibnu Syihabuddin Pontianak

Kitab Fath al-Mutafakkirin merupakan karya terjemahan ulama besar nusantara asal Kesultanan Pontianak (Kalimantan Barat) yang berkarir di Makkah, yaitu Syaikh Usman ibnu Syihabuddin Funtiyanaq al-Jawi.

Kitab ini mempunyai judul lengkap Fath al-Mutafakkirin Supaya Bertempat Iman dan Yakin, ditulis dengan bahasa Melayu beraksara Arab (Jawi), sebagai terjemahan dari risalah karangan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, mufti besar madzhab Syafii di Makkah.

Kitab ini berisi kajian kontemplatif (tadabbur dan tafakkur) terhdap beberapa ayat al-Quran dan hadits Nabi yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta, penciptaan manusia dan hakikat eksistensinya, tazkiyatun nafs (jalan menuju pribadi manusia yang bersih dan bening), serta tuntunan menuju kehidupan yang dipenuhi kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat. Isi kitab Fath al-Mutafakkirin bisa dikatakan sebagai perpaduan antara kajian teologi dan tasawuf.

Karya ini diselesaikan di kota Thaif di Semenanjung Arabia pada siang hari Rabu, 16 Rajab tahun 1324 H (bertepatan dengan 5 September 1906 M). Kitab ini merupakan terjemahan dan penjelasan berbahasa Melayu dari sebuah risalah karangan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan yang berbahasa Arab. Hingga saat catatan ini ditulis, belum ditemukan risalah karya Syaikh Ahmad Zaini Dahlan yang mana yang dimaksudkan oleh Syaikh Usman Pontianak ini.

Beliau juga menyebut satu nama kitab lain yang menjadi rujukan pokok dan hipogram atas kita Fath al-Mufakkirin ini , yaitu kitab al-Jami’ al-Shaghir min Hadits al-Basyir al-Nadzir karangan al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi (w. 1505 M) yang menghimpun kumpulan hadits-hadits Nabi piilhan.

Fath al-Mufakkirin kemudian dicetak oleh Maktabah al-Miriyyah di Makkah (Arabia), pada bulan Ramadhan di tahun yang sama dengan penulisannya. Kitab ini kemudian dicetak ulang oleh Maktabah Musthafa al-Babi al-Halabi di Kairo (Mesir) pada bulan Shafar tahun 1349 H. Versi cetakan Kairo ini ditashih oleh Syaikh Ahmad Said al-Filsilani, salah satu tim pentashih kitab-kitab berbahasa Jawi (Melayu) yang dicetak oleh penerbit tersebut. Pada versi cetakan Kairo, kitab Fath al-Mutafakkirin berada setebal 64 halaman.

Tentang Syaikh Usman Ibnu Syihabuddin Pontianak, tak banyak sumber yang mengulas akan sosok beliau, baik dalam bahasa Arab ataupun bahasa Melayu – Indonesia. Sedikit informasi tentang biografi beliau dapat dirujuk dari almaghrulah Wan Muhammad Shagir Abdullah, cendikiawan dari Malaysia yang concern mengkaji biografi ulama-ulama Jawi (Nusantara) dan karya-karya mereka, pada artikel yang berjudul Syeikh Usman Syihabuddin Ulama Pontianak dalam Harian Utusan Malaysia, edisi 17/06/2006.

Wan Muhammad Shagir Abdullah tidak menyebutkan tanggal kelahiran dan kewafatan Syaikh Usman Pontianak. Diperkirakan beliau dilahirkan pada tahun 1840-an di Kesultanan Pontianak Dinasti Qadriyah. Kesultanan Pontianak pada akhir abad ke-19 M merupakan salah satu pusat keilmuan Islam terpenting di Nusantara. Lebih istimewa lagi, pengajaran di beberapa institusi pendidikan Islam di kesultanan tersebut menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar utamanya. Hal ini ditandai juga dengan keberadaan beberapa ulama besar asal Timur Tengah yang berhijrah dan mengajar di Pontianak hingga akhir hayat mereka.

Di antara ulama-ulama besar Kesultanan Pontianak pada waktu itu adalah Syaikh Mahmud ibn Abd al-Hamid al-Daghastani, pengarang kitab Hasyiah al-Syirwani sekaligus guru dari Syaikh Nawawi Banten dan ulama segenerasinya di Makkah), Syaikh Muhammad Shalih ibn Abd al-Rahman al-Zawawi (w. 1890 M), Syaikh Abd al-Qadir al-Fathani al-Makki (w. 1898 M), dan lain-lain.

Syaikh Usman Pontianak belajar di madrasah Kesultanan Pontianak, lalu melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Makkah, bermujawarah dan berkarir di sana hingga wafat. Beliau juga tercatat memiliki beberapa karya, sebagian besar berupa karya terjemahan dan penjelasan (syarh) berbahasa Melayu atas kitab-kitab rujukan berbahasa Arab.[red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *