Ternyata Kerajaan Nusantara Pernah Mengirim Delegasi Menemui Rasulullah

Sejarah selalu mengungkapkan banyak hal. Salah satunya, dalam Buku Pintar Islam Nusantara, dituliskan bahwa kerajaan nusantara pernah mengirim sebuah rombongan delegasi untuk menemui Rasulullah saw setelah mendengar kabar tentang keagungan beliau.

Delegasi khusus dari sebuah kerajaan di Sumatera dikirim untuk menemui Rasulullah saw di Madinah. Utusan khusus tersebut terdiri dari dua orang, yaitu seorang pejabat kerajaan dan didampingi oleh seorang staf. Keduanya dikirim ke Madinah untuk melihat secara langsung aktivitas Nabi Muhammad saw. Eksistensi nabi Muhammad saw membangun kota Madinah yang beradab ternyata telah didengar masyarakat luas, termasuk masyarakat nusantara.

Perjalanan utusan dari salah satu kerajaan nusantara menuju Madinah penuh tantangan. Sesampai di Madinah ternyata kedua orang utusan tersebut gagal menunaikan misinya untuk bertemu dengan Nabi Muhammad saw, karena Nabi telah wafat. Bahkan Khalifah Abu Bakar pun telah wafat. Pada masa itu kekhalifahan telah memasuki era Khalifah Umar bin Khattab. Kepada sayyidina Umar, keduanya bertanya langsung ihwal sosok Nabi Muhammad saw.

Penjelasan Khalifah Umar bin Khattab tentang nabi Muhammad saw melegakan kedua utusan tersebut. Merasa puas, keduanya kembali ke Tanah Air Nusantara. Namun di tengah perjalanan, sang pejabat meninggal dunia sehingga tidak sampai kembali ke tanah air kembali. Sedangkan staf pejabat tersebut meneruskan perjalanan pulang ke tanah air. Sesampai di bumi nusantara, ia menceritakan hasil lawatannya ke Madinah.

Khalifah Umar bin Khattab berkuasa 634 M hingga tahun 644 M. di masa itu tatanan kehidupan masyarakat di dataran Sumatera telah tumbuh baik. Pada abad 3 Masehi misalnya, telah berkuasa Raja Buay Tumi dari Kerajaan Skala Brak. Diperkirakan kerajaan ini berada di daerah Lampung Barat (William Marsden, 2008). Begitu juga kerajaan Kandali (Kantoli) yang ada sejak abad ke-5. Lokasi kerajaan iniberada di pantai timur Sumatera sekitar Jambi. Di sepanjang tahun 441-563 M, tercatat kerajaan Kandali berkali-kali mengirim delegasi ke kerajaan-kerajaan yang berada di sekitarnya. Bahkan eksistensi Kerajaan Kandali diakui oleh Kaisar Hsiau Wu (459-464 M) dimana ia pernah menerima delegasi Kerajaan Kandali yang bernama Taruda.

Begitu pula Kerajaan Sriwijaya diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan menjadi pusat perdagangan dengan kekuatan armada maritimnya. Sebelum Islam masuk Sriwijaya, pada 425 M agama Budha diperkenalkan di Sriwijaya di samping agama kapitayan yang dipeluk masyakarat Sriwijaya. Bahkan candi-candi di lokasi situs sejarah candi Muaro Jambi mulai dibangun sejak abad 4 M.

Kemajuan peradaban masyarakat Sumatera memang tercatat cukup baik. Bahkan dapat dilacak sejak abad 5 Masehi. Secara periodikal, era kenabian Muhammad saw sesungguhnya bersamaan dengan era pengenalan agama Budha di Kerajaan Sriwijaya. Berdasarkan pelbagai argumentasi tersebut, dapat diyakini bahwa delegasi yang dikirim ke Madinah dan berhasil kembali ke Sumatera itu bagian dari misi kerajaan memperkuat spiritualitas masyarakat.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *