Allah Tidak Menempati Ruang

Tauhid
Makna tempat (mutakallimin): dimensi ruang yang harus ditempati, jika tidak, maka ia kosong. Makna arah: batas tempat dan ujungnya, ada juga yang menyamakan maknanya dengan tempat jika dikaitkan dengan sesuatu. Contoh: arah atas adalah jika ditinjau dari bawah, arah bawah jika ditinjau dari atas, dst. Golongan Musyabbihah menyatakan bahwa Allah menempati tempat, yaitu arah atas. Salah satunya adalah golongan Karromiyah, yang dipimipin oleh Muhammad bin Karrom. Mereka berpendapat bahwa Allah di suatu tempat sebagaimana materi/jasad berada di suatu tempat. Bahwa Allah bersentuhan dengan Arsy, juga bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Pendapat ini, kalau dirujuk, sesuai dengan apa yang diyakini oleh kaum yahudi. Sebagian Musyabbihah mengatakan bahwa Allah tidak bersentuhan dengan Arsy (sebagaimana pendapat Karromiyah), tetapi Allah berdekatan dengan Arsy. Sedangkan jarak antara Allah dengan arsy, mereka sendiri pun…
Read More
Kitab Bidayah Al-Mubtadi Wa Umdah Al-Awladi Karangan Syeikh Saleh Rawa

Kitab Bidayah Al-Mubtadi Wa Umdah Al-Awladi Karangan Syeikh Saleh Rawa

Sejarah
Nama lengkap Syeikh Saleh Rawa adalah Muhammad Shalih Rawah ibn Muhammad Murid al-Khalwati al-Sammani al-Rawi al-Jawi. Dilahirkan di Kampung Roa (Rawa, Sumatera Barat/ Minangkabau). Setelah beberapa tahun di tanah kelahirannya, beliau kemudian pergi ke Mekkah dan bermujawarah di sana. Di sanalah beliau belajar kepada Syeikh Daud Pattani, Syeikh Abdul Shamad Palembang, dan Syeikh Arsyad Banjar. Beliau juga belajar kepada Syeikh Ahmad al-Marzuqi al-Dharir al-Makki dan Syeikh Utsman al-Dimyathi al-Makki. Setelah belajar cukup lama, akhirnya beliau mendapatkan ijazah untuk mengajar di Masjidil Haram. Menurut A. Ginanjar Sya’ban dalam bukunya, Mahakarya Islam Nusantara: Kitab, Naskah, Manuskrip dan Korespondensi Ulama Nusantara, Syeikh Saleh Rawa tidak banyak diketahui pleh para pengkaji sejarah keislaman di Nusantara beserta literaturnya. Padahal, beliau adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah dan jaringan intelektual ulama Nusantara -  Timur Tengah…
Read More
Ini Dia Beberapa Pendapat Lama Imam Syafii yang Tetap Diunggulkan Ulama

Ini Dia Beberapa Pendapat Lama Imam Syafii yang Tetap Diunggulkan Ulama

Fiqh
Para ulama madzhab Syafiiyah telah mengunggulkan madzhab qadim dalambeberapa masalah. Telah diketahui, Imam Syafii punya pendapat lama dan baru dalam beberapa permasalahan. Setelah mendapatkan sanad hadits yang lebih kuat, beliau merevisi pendapatnya yang disebut qaul jadid (pendapat baru). Akan tetapi, pemuka madzhab Syafii masih tetap mengunggulkan pendapat lama Imam Syafii dibanding pendapat barunya. Apa saja pendapat lama Imam Syafii yang tetap diunggulkan oleh para pemuka madzhab Syafii? Ini dia masalah-masalah tersebut: Menyucikan diri dengan batu, dimana qadim membolehkannya Menyentuh muhrim, dalam madzhab qadim tidak membatalkan wudhu Air yang mengalir, dalam qadim disebutkan suci menyucikan kecuali salah satu sifatnya berubah Menyegerakan sholat Isya, madzhab qadim mengatakan lebih utama Waktu Maghrib, qadim menetapkan sampai hilangnya benang merah dari langit Seorang yang sholat sendiri kemudian ingin berjamaah, dalam qadim disebutkan boleh Memakan kulit…
Read More
Wow… Ternyata Imam Syafi’i Berpendapat Lebih Baik Mengakhirkan Sholat Isya

Wow… Ternyata Imam Syafi’i Berpendapat Lebih Baik Mengakhirkan Sholat Isya

Fiqh
Dalam pendapat Imam Syafii, dikenal dengan istilah Madzhab Qodim (Pendapat Lama) dan Madzhab Jadid (Pendapat Baru). Dalam madhzab baru, Imam Syafii merevisi pendapatnya karena menemukan dalil jalur periwayatan hadits yang lebih kuat. Itulah sebabnya, ada beberapa pokok masalah yang kemudian direvisi oleh beliau, salah satunya tentang mengakhirkan atau melambatkan sholat Isya lebih utama (dalam pandangan Madzhab Jadid). Titik Temu Secara Umum Bahwa secara umum, tidak ada perbedaan dalam madzhab qodim dan jadid, yang utama ialah menyegerakan sholat pada setiap waktu. Kecuali, pada waktu Dzuhur bila cuaca sangat panas. Hal ini berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Mas’ud, berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, pekerjaan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda: sholat tepat pada waktunya.” Alasan lainnya, karena Allah SWT mewajibkan kaum muslim agar menjaga sholat. Imam Syafii megeaskan dalam kitab…
Read More
Peran Syaikh Kholil untuk Memperbaiki Masyarakat

Peran Syaikh Kholil untuk Memperbaiki Masyarakat

Sejarah
Pada abad 7-8, ada banyak perdagangan yang mempengaruhi penyebaran Islam di Indonesia. Untuk mengetahui bagaimana, kita harus melihat masyarakat saat ini. Mereka adalah pedagang, untuk menukar segala sesuatu tidak hanya antara tanah di Nusantara, tapi untuk tempat lebih jauh sampai China, Mesir, India, dan Hijaz (Timur Tengah). Yang paling penting dalam trading saat ini adalah kapal pesiar laut. Ada tiga kapal pesiar laut yang melakukan dialog antara masyarakat Nusantara dan lainnya. Ada kapal pesiar laut antara Umayah Khalifah (660-749) di Asia Barat, Dinasti Tang (618-907) di Asia Timur, dan Kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara. Pelayaran laut itu membuat perkembangan ekonomi dan peradaban, yang menekankan penyebaran Islam di banyak wilayah di Nusantara. Intensitas kedekatan antara pedagang muslim dan masyarakat nusantara membuat awal penyebaran Islam. Ini adalah Kerajaan Samudera Pasai, yang dimulai…
Read More