Yerusalem: Perebutan Abadi di Atas Tanah Suci

Yerusalem: Perebutan Abadi di Atas Tanah Suci

Sejarah
Suhu sosial-politik di tanah Palestina kembali memanas. Sumbu pemantiknya berasal dari ‘ulah’ seorang Donald John Trump, pemimpin ke-45 negara berjuluk Paman Sam. Keputusan Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan Kedutaan Besar negara adikuasa dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu ketegangan, yang dalam beberapa waktu sebelumnya, konflik Israel-Palestina sedikit meredam. Kehadiran Arab Spring yang menyapa beberapa negara di kawasan Timur Tengah juga mampu melupakan sejenak konflik yang belum benar-benar berakhir di bumi bernilai historis tinggi bagi pemeluk agama-agama samawi; Yahudi, Nasrani, dan Islam. Lebih dari itu, Yerusalem yang ditetapkan menjadi kawasan ber”status quo” di bawah pengawasan PBB, diakui sepihak oleh Trump menjadi ibukota Israel (6/12/2017). Tentu saja pernyataan tersebut sama dengan menabuh genderang perang dan seakan menandai konflik kawasan tersebut akan berlanjut ke babak-babak baru. Pastinya, Trump tahu resiko yang akan dihadapi…
Read More