Zikir dan Doa dengan Suara Keras

Home / Fiqh / Zikir dan Doa dengan Suara Keras

Ahli hadits Abdurrauf al-Munawi menyebutkan beberapa hadits-hadits yang menunjukkan anjuran zikir dengan suara keras, di antaranya adalah

  • Hadits al-Baihaqi

“Saya berjalan bersama Nabi SAW suatu malam, lalu beliau bertemu dengan seseorang yang mengeraskan suara berzikir. Saya berkata: ‘Wahai Rasulullah, mungkin orang ini pamer?’ Nabi menjawab: “Tidak, dia orang yang banyak mengingat kepada Allah.”

  • Hadits al-Hakim

“Dari Jabir bin Abdillah ra, ia berkata: “Orang-orang melihat ada obor di kuburan, mereka mendatanginya ternyata Rasulullah SAW ada di kuburan dan berkata, “Bantulah aku mengubur sahabat kalian.” Ternyata jenazah itu adalah seorang yang banyak zikirnya kepada Allah, yang mengeraskan suaranya dengan zikir.” (HR al-Hakim, dan dinilai shahih oleh al-Dzahabi)

Sementara khusus zikir setelah shalat dengan suara keras adalah sesuai dengan riwayat:

كان ابن الزبير يقول فى دبر كل صلاة حين يسلّم : لا إله إلّا الله وحده لا شريك له له الملك و له الحمد و هو على كلّ شيء قدير لا حول ولا قوة إلّا بالله لا إله إلّا الله و لا نعبد إلّا إلّا إيّاه له النعمة و له الفضل و له الثناء الحسن لا إله إلّا الله مخلصين له الدين و لو كره الكافرون. و قال كان رسول الله ص م يهلّل بهنّ دبر كلّ صلاة (رواه مسلم)

“Abdullah bin Zubair membaca zikir setiap selesai shalat, ketika sesudah salam: “Tiada Tuhan kecuali Allah, Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Baginya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada Allah. Bagi-Nya kenikmatan, bagi-Nya pujian yang bagus. Tidak ada Tuhan selain Allah, ikhlas kepada Allah dalam beragama, meski orang kafir tidak suka. Abdullah bin Zubair berkata: “Rasulullah SAW membaca kalimat zikir itu dengan keras setiap selesai shalat.” (HR Muslim)

Sedangkan berdoa dengan suara keras sesuai riwayat:

“Dari Uqbah bin Amir, sungguh Nabi SAW berkata kepada seseorang yang bernama Dzul Bijadain: “Sunguh ia orang yang banyak zikir kepada Allah” Sebab ia banyak mengingat Allah dalam al-Quran dan mengeraskan suara dalam doa.” (HR Ahmad dan al-Thabrani, sanadnya hasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *