Allah Tidak Diwajibkan Atas Sesuatu Apapun

Home / Tauhid / Allah Tidak Diwajibkan Atas Sesuatu Apapun
  • Justru Allah swt yang memberi taklif (pembebanan) kepada manusia
  • Berupa perintah dan larangan
  • Terbaik bagi hamba-Nya menurut Allah belum tentu sama dengan terbaik menurut hamba-Nya
  • Ketika berdoa, kita memohon yang terbaik menurut kita atau menurut Allah?
  • Baik buruk siapa yang menciptakan?

Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka Dia tidak akan menciptakan seorang kafir yang miskin: disiksa di dunia, disiksa pula di akhirat

Tapi kita temukan di dunia ini ada orang kafir dan juga miskin

 

Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka kita tidak usah bersyukur atas segala pemberian dan nikmat-Nya, karena itu sudah kewajiban Allah

Tapi Islam sendiri menganjurkan hamba-Nya untuk bersyukur atas segala pemberian Allah

 

Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka kebaikan yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw tidaklah lebih banyak daripada kepada Abu Jahal, karena Allah berbuat kepada mereka berdua dengan seluruh yang bisa diperbuat oleh Allah untuk kemaslahatan keduanya

Tapi Allah ternyata memberikan kemuliaan kepada Nabi Muhammad saw dan kehinaan kepada Abu Jahal

 

Jika Allah harus berbuat yang terbaik untuk hamba-Nya, maka ketika ada doa/permintaan, Allah harus mengabulkannya, karena jika Allah tidak mengabulkannya, maka itu akan menjadi keburukan (mafsadah, lawan dari maslahah) bagi hamba-Nya, dan Allah tidak boleh membiarkan itu

Tapi ada doa yang dikabulkan, ada doa yang ditunda dikabulkan, ada doa yang tidak dikabulkan dan diganti dengan yang lain

 

Jika Allah harus berbuat yang terbaik untuk hamba-Nya, maka Allah tidak akan disebut memberi anugerah kepada hamba-Nya, karena itu sudah kewajiban Allah untuk memberikan segala kemaslahatan para hamba-Nya

Padahal Allah memberi anugerah/keutamaan kepada hamba-Nya yang dikehendaki

 

Asal muasal perkataan ini adalah dari kelompok Mu’tazilah, yang mana mereka tidak mengenal pengetahuan tentang Allah

Analogi yang terlihat dengan yang ghoib (qiyas al-ghoib ala al-syahid)

Mereka beranggapan jika Allah tidak memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya, maka Allah bersifat pelit dan bodoh

Bantahan: tidak memberikan sesuatu kepada hamba-Nya, itu hak Allah, telah ada dalam dalil yang nyata, bahwa segala sesuatu yang diberikan kepada hamba-Nya dalam lingkup adil dan hikmah

Pernyataan Mu’tazilah ini bertentangan dengan kaedah “ikhtiyar”, yaitu Allah berbuat yang Dia kehendaki

و الله يفعل ما يريد

“Jika Allah diwajibkan untuk berbuat sesuatu, siapa yang mewajibkan? Berarti “dzat” ini lebih hebat dari Allah karena mampu mewajibkan Allah untuk berbuat sesuatu, dan itu mustahil.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *