Ajakan Kepada Ilmu

Home / Pendidikan / Umum / Ajakan Kepada Ilmu

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآٮِٕمَۢا بِٱلۡقِسۡطِ‌ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَڪِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu [juga menyatakan yang demikian itu]. Tak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Ali Imron: 18)

  • Dalam ayat ini Allah menganggap kesaksian para ahli ilmu dalam urusan besar ini
  • Islam sangat bersungguh-sungguh dalam mementingkan ilmu

 

قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِى ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ‌ۗ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS Az-Zumar:9)

  • Ayat ini menjelaskan tentang mulianya ilmu dan yang ada di dalamnya
  • Orang berilmu berbeda dan lebih baik dari selainnya
  • Orang berilmu menyingkap akal dari kebodohan

 يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ

niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS al-Mujadilah: 11)

Ibnu Abbas ra berkata tentang ayat ini: bagi ulama derajat mereka di atas kaum mukminin jumlahnya 700.

 

وَلَقَدۡ جِئۡنَـٰهُم بِكِتَـٰبٍ۬ فَصَّلۡنَـٰهُ عَلَىٰ عِلۡمٍ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab [Al Qur’an] kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan (QS al-A’rof: 52)

Al-Quran menjelaskan bahwa ilmu merupakan sifat khusus dari kalam ilahi

 

بَلۡ هُوَ ءَايَـٰتُۢ بَيِّنَـٰتٌ۬ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ‌ۚ

 Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu (QS al-Ankabut: 49)

Dalam hadits, kita temukan juga banyak mengungkap tentang kemuliaan mencari ilmu dan kemuliaan orang berilmu

يستغفر للعالم ما فى السموات و الأرض

“Segala apa yang di langit dan bumi memohon ampun bagi orang berilmu.”

Imam Ghazali berkata: apakah ada derajat yang lebih dari ini, ketika semua malaikat langit dan bumi sibuk memohonkan ampun untuk orang berilmu?

لموت قبيلة أيسر من موت عالم

“Wafatnya sebuah kabilah/kelompok lebih ringan daripada wafatnya seorang alim.”

 

Allah juga menekankan bahwa kesempurnaan takwa seiring dengan ilmu

إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَـٰٓؤُاْۗ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (QS Fathir: 28)

Allah pun memberi kaitan, antara memahami perumpaan yang tersebar di dalam al-Quran hanya bisa dilandasi oleh ilmu. Serta untuk membangkitkan dorongan berbuat baik adalah dengan ilmu.

وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَـٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ‌ۖ وَمَا يَعۡقِلُهَآ إِلَّا ٱلۡعَـٰلِمُونَ

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.( QS al-Ankabut: 43)

 

طلب العلم فريضة على كل مسلم

اطلب العلم و لو بالصين

Banyak anjuran dan penekanan, di dalam al-Quran dan hadits yang mengajak untuk ilmu.

Pertanyaan: ilmu apa yang dimaksud?

Dalam surat Fathir 27-28, di awal ayat disebutkan berbagai kejadian alam, lalu di akhir ayat disebutkan: sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya adalah ulama (orang berilmu).

 

Maka ilmu yang digaungkan oleh Islam adalah setiap ilmu yang menghapus kebodohan, termasuk di dalamnya akidah agama atau ilmu tentang alam.

Islam mengajarkan kebutuhan yang sama terhadap ilmu, baik ilmu yang benar dalam berakidah, maupun ilmu yang bisa memperbaiki kehidupannya, masyarakatnya, dan segala aspek yang meliputinya.

 

Para generasi awal memahami betul pentingnya ilmu

Setelah wafat rasulullah saw, mereka banyak mempelajari ilmu dalam berbagai bidang, bahkan masuk ke perpustakaan-perpustakaan Yunani, Romawi, dan Persia untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik

Mereka tidak peduli mengambil ilmu dari sumber apa saja, selagi ilmu itu bermanfaat

Mereka juga tidak segan untuk belajar kepada pakarnya, meskipun berbeda agama

Kaum muslimin di masa lalu sangat memperhatikan ilmu

Adakah satu peradaban yang ketika perang, kelompok yang menang mensyaratkan kepada kelompok yang kalah: untuk menyerahkan perpustakaan ilmiah miliknya?

Itu terjadi  di masa khalifah al-Makmun, mensyaratkan Romawi untuk menyerahkan perpustakaan miliknya. Romawi menyetujui dan menyerahkannya.

Seorang profesor dari New York University, bernama John William Draper menceritakan kegigihan umat muslim dalam mencari ilmu.

Dalam bukunya yang berjudul: History of the Conflict Between Religion and Science. (tahun 1874), ia mengungkapkan bahwa umat muslim sangat sibuk dengan ilmu di masa awal setelah wafat Rasulullah saw. yaitu dengan menguasai Iskandariyah di Mesir tahun 638 M, yaitu 6 tahun setelah rasul wafat. Setelah berjalan dua abad, mereka mampu menguasai semua kitab ilmiah Yunani dan menerapkannya dengan tepat.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *