Islam Mengajak Membersihkan Hati

Home / Pendidikan / Umum / Islam Mengajak Membersihkan Hati

Akal dan Hati Nurani

}Manusia memiliki akal dan hati nurani

}Keduanya berfungsi sebagai kontrol

}Keduanya memiliki perbedaan

}Misalnya, akal, penguatnya adalah ilmu pengetahuan. Fungsi akal adalah penelaah dan peneliti untuk mengetahui realitas

}Sedangkan hati, penguatnya adalah perasaan terpuji. Fungsinya adalah mencari keindahan di setiap hal dan membangun kesempurnaan sebagaimana tujuan hidup.

}Umat atau bangsa tidak akan hidup baik dan benar jika tidak seimbang di antara keduanya (akal dan hati nurani).

}Jika salah satu lebih dominan, maka tidak akan tercipta keseimbangan.

}Pertanyaan: Jika akal telah sampai pada bab pengetahuan yang banyak dan melimpah, maka akan kokoh dalam menimbang segala sesuatu, apakah tidak cukup untuk mencapai kebenaran dan dapat menggantikan fungsi hati nurani?

}Jawab: Tidak bisa, ini adalah pendapat bagi orang yang mengatakan bahwa pendidikan hanya cukup dengan akal saja. Sejarah membuktikan, bahwa ketika pendidikan hanya bertumpu pada ilmu pengetahuan saja, dengan mengesampingkan pendidikan hati nurani, maka akan melahirkan akhlak dan moral yang buruk.

}Memperturutkan hawa nafsu.

}Akal saja tidak cukup untuk memperkokoh kepribadian manusia.

}Islam mengajarkan untuk mendidik hati nurani sebagaimana lazimnya mendidik akal.

}Wilayah akal adalah membedakan antara yang haq dan yang bathil

}Wilayah hati adalah mengarahkan manusia ke semangat dan gairah untuk berbuat terpuji.

 

   إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَذِڪۡرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُ ۥ قَلۡبٌ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati (QS Qaf: 37)

}Dan tidak dikatakan: bagi orang-orang yang mempunyai akal. Artinya: sebagai peringatan dengan menggunakan hati untuk mencegah, dan ketidakmampuan akal untuk melakukan hal tersebut.

}Kadangkala orang tahu dengan menggunakan akalnya, bahwa suatu perbuatan adalah kemungkaran, tetapi yang benar-benar mencegahnya untuk menghindarinya adalah hati nurani.

}Di dalam hati juga terdapat penyakit.

فِى قُلُوبِہِم مَّرَضٌ۬

orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit (QS al-Muddattsir: 31)

}Alasan disebut penyakit hati karena tidak ada kemauan untuk menerima kebenaran, karena hati yang sehat akan selalu dapat menerima kebenaran.

}Hati pun bisa menerima/menolak kebenaran tergantung hati sehat/sakit.

}“Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka baik seluruh tubuh, jika buruk, maka buruk seluruh tubuh, itu adalah qolb (hati).” (HR Muslim)

}Cacatnya anggota tubuh tidak seberapa jika dibandingkan dengan cacatnya hati

}Keselamatan di akhirat bergantung dari selamatnya hati dari cacat.

} dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (87) [yaitu] di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, (88) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (89)

(QS asy-Syuara: 87-89)

}Artinya bersih: selamat dari kecacatan sifat yang buruk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *