Urgensi Agama Islam di Dunia

Home / Pendidikan / Umum / Urgensi Agama Islam di Dunia

}Peradaban ada yang runtuh, ada yang bangkit

}Informasi sudah semakin canggih agar bangsa satu mengenal bangsa lain

}Kerja sama antar bangsa, negara, kelompok

}Terjadilah perdagangan skala global, sebagaimana belum pernah ditemukan kondisi ini sebelumnya

}Islam hadir di tengah-tengah masyarakat saat ini

}Mukjizat Islam adalah bahwa Islam adalah agama terakhir dari agama ilahiyah

}Agama yang umum bagi seluruh manusia

}Islam sejatinya bukan agama baru, tetapi sama dengan agama yang dibawa oleh Nuh as, dan nabi-nabi setelahnya

}Jika manusia melihat banyak agama yang berbeda, sesungguhnya banyak terjadi penyimpangan pada pembawanya

}Allah mengutus nabi Muhammad di akhir zaman

}Manusia merasakan nikmat persatuan dan kesatuan dengan adanya Islam ini

}Maka dengan ini menuju kesempurnaan masyarakat yang telah dijanjikan sebelumnya

}Apakah masuk akal jika Allah menurunkan agama kemudian agama ini berbeda-beda (saling bertentangan antara satu dengan yang lainnya) sedangkan kebenaran itu satu dan tidak terpisah-pisah? Sedangkan hukum alam tetap dan tidak berubah?

}Jika agama yang sumbernya satu, yaitu Allah, dan kini berbeda-beda, kalau bukan penyelewengan oleh pemeluknya, lalu salah siapa?

}Apakah masuk akal, jika hukum alam terus menerus sama di setiap tempat di muka bumi ini, hukum alam di suatu tempat, berlaku juga di tempat lain, sementara di sisi lain agama yang satu dengan agama yang lain justru bertentangan, padahal hukum alam dan agama bersumber dari sumber yang sama yaitu Allah?

Yang dijamin Islam

1.Fitrah kemanusiaan

2.Kekuasaan akal yang sempurna

}Fitrah manusia itu sama, jika seseorang menganggap sesuatu itu baik, pasti orang lain menganggap itu juga baik. Kecuali jika beberapa pihak merusak fitrah kemanusiaan ini.

}Islam menjaga fitrah ini tetap selamat sebagaimana diciptakan pertama kali

}Sedangkan kekuasaan akal yang sempurna, maka ini adalah percikan dari nurullah (cahaya Allah)

}Meskipun dalam sejarah banyak tercatat sistem yang mengkerdilkan akal dalam skala luas, menindasnya, tapi akal yang sempurna terus bermunculan sebagai pembeda haq dan bathil, benar dan salah.

QS Ar-Rum ayat 30

}فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفً۬ا‌ۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡہَا‌ۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِ‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَڪۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama [Allah]; [tetaplah atas] fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah. [Itulah] agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

}Allah menjelaskan bahwa agama adalah selaras dengan jiwa sesuai dengan fitrah ilahiyah, dengan syarat bahwa jiwa ini terdidik sesuai dengan arahan naturan sebagaimana awal ia diciptakan

}Jiwa yang terbebas dari hawa nafsu, prasangka, taqlid buta, atau pengajaran yang melenceng, maka itulah Islam

}Manusia sendiri bisa berbeda-beda dalam insting, keilmuan, sifat warisan orang tua, maka ia membutuhkan wasit yang disepakati oleh semua manusia, wasit tersebut adalah akal.

}Akal adalah pondasi pembebanan (taklif), poros pembeda antara yang haq dan batil

}Maka dua pondasi inilah, yaitu fitrah dan akal yang sempurna, Islam berdiri di atas keduanya

}Sebagaimana manusia memiliki kecenderungan yang sama dalam fitrah dan akal, maka diharapkan juga mampu memeluk agama yang sama, yaitu Islam, karena baik fitrah, akal, dan Islam berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *