Ini Dia 10 Riwayat tentang Garis Keturunan Nabi Khidir

Home / Sejarah / Ini Dia 10 Riwayat tentang Garis Keturunan Nabi Khidir

Ada beberapa riwayat berkaitan dengan garis keturunan Nabi Khidir.

Pertama. Pendapat yang mengatakan bahwa Khidir adalah putra nabi Adam as, yang tercipta dari tulang sulbinya. Pendapat ini diriwayatkan oleh Daruquthni dalam kitab al-Afrad dari jalur Rawwad bin Jarah. Ia memperoleh kisah ini dari Muqatil bin Sulaiman, dari adh-Dhahhak, yang bersumber dari  Ibnu Abbas ra. Rawwad adalah perawi yang lemah (dhaif), Muqatil perawi yang ditinggalkan (matruk), sedangkan adh-Dhahhak tidak pernah mendengar hadis ini dari Ibnu Abbas ra.

Kedua. Pendapat yang menyatakan, Khidir adalah anak dari Qabil, putra nabi Adam. Pernyataan ini dikatakan oleh Abu Hatim as-Sijistani dalam kitab al-Muammarin. Ia mengatakan, “Kami mendapatkan kisah ini dari guru-guru kami, salah satunya Abu Ubaidah.” Kemudian Abu Hatim menyebutkan riwayat yang menyatakan bahwa Khidir adalah putra Qabil. Riwayat ini mu’dhal, hadis mu’dhal yaitu para perawinya terputus dua orang atau lebih secara berturut-turut, baik sahabat bersama tabiin, tabiin bersama tabiit tabiin, maupun dua orang sebelum sahabat dan tabiin. Abu Hatim as-Sijistani menambahkan keterangan bahwa nama asli Khidir adalah Khadhirun.

Ketiga. Pendapat yang diungkapkan oleh Wahb nin Munabbih. Menurutnya, nama asli dan garis keturunan Khidir adalah Balya bin Mulkan bin Qali’ bin Syalikh bin ‘Abir bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh. Pendapat ini juga diamini oleh Ibnu Qutaibah dan an-Nawawi. Namun, Nawawi menambahkan, “Ada yang mengatakan bahwa ia adalah Kilman (bin Qali’), bukan Mulkan (bin Qali’).

Keempat. Pendapat ini diungkapkan oleh Ismail bin Abi Uwais. Ia berpendapat, Khidir adalah Mu’ammar bin Malik bin Abdullah bin Nash bin al-Azad. Ada pula yang mengatakan bahwa nama aslinya adalah ‘Amir sebagaimana diceritakan oleh Abu al-Khattab bin Dihyah yang bersumber dari  Ibnu Habib al-Baghdadi.

Kelima. Pendapat yang menyatakan bahwa Khidir adalah putra ‘Amanil bin Nur bin al-‘Ish bin Ishaq. Pendapat ini juga diungkapkan oleh Ibnu Qutaibah. Sementara menurut Muqatil, ayahnya bernama ‘Amil.

Keenam. Pendapat yang menyatakan bahwa Khidir adalah cucu nabi Harun, saudara laki-laki nabi Musa. Pendapat yang dikutip dari riwayat al-Kalbi dari Abu Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. ini sangat jauh dari kebenaran. Lebih mengherankan lagi yaitu pendapat Ibnu Ishaq yang mengatakan Khidir adalah Armiya bin Khalqiya. Pendapat ini pun telah dibantah oleh Abu Ja’far bin Jarir.

Ketujuh. Pendapat bahwa Khidir adalah cucu Firaun dari anak perempuannya. Ini diungkapkan oleh Muhammad bin Ayyub, yang bersumber dari Ibnu Luhai’ah. Demikian pula pendapat lain yang mengatakan bahwa ia adalah keturunan Firaun, sebagaimana dikisahkan oleh an-Naqqasy.

Kedelapan. Pendapat yang mengatakan Khidir adalah Ilyasa’, seperti diceritakan oleh Muqatil. Pendapat ini pun jauh dari kebenaran.

Kesembilan. Pendapat ini menyatakan bahwa Khidir merupakan salah seorang keturunan Faris. Hal ini diungkapkan oleh Ibnu Syaudzab, dan diriwayatkan oleh ath-Thabari dengan kualitas mata rantai periwayatan jayyid (bagus), berasal dari riwayat Dhamrah bin Rabi’ah yang bersumber dari Abu Syaudzab.

Kesepuluh. Pendapat yang menyatakan bahwa Khidir adalah anak dari salah seorang yang beriman kepada Nabi Ibrahim dan ikut berhijrah bersamanya dari negara Babilonia. Pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Jarir ath-Thabari dalam kitab Tarikh-nya. Ada pula yang mengatakan, ayah Khidir adalah seorang berkebangsaan Persia, sedangkan ibunya orang Romawi.[red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *