Kenapa Dinamakan Khidir?

Home / Sejarah / Kenapa Dinamakan Khidir?

Dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, disebutkan tentang asal-usul nama Khidir. Suatu ketika dia duduk di atas tanah kering berwarna putih. Tiba-tiba tanah yang dia duduki itu berguncang dari bawah dan berubah menjadi hijau (khadra’). Pendapat ini diungkapkan oleh Imam Ahmad, mengutip riwayat Ibnu Mubarak, dari Ma’mar, dari Hammam, yang bersumber dari Abu Hurairah ra. sebagaimana dijelaskan di atas, farwah berarti tanah kering.

Dalam riwayat lain, Imam Ahmad juga mengungkapkan riwayat ini dengan redaksi sebagai berikut, “Kami mendapatkan kisah dari Abdurrazzaq, dia diberitahu Ma’mar kisah dari Hammam, dari Abu Hurairah ra bahwasanya dinamakan Khidir karena ketia dia duduk di atas farwah, tanah itu berguncang dari bawah dan berubah menjadi hijau.” Dalam hadis ini, farwah diartikan sebagai rumput kering yang berwarna putih.

Mengenai riwayat di atas, Abdullah bin Ahmad menyatakan, “Aku menduga itu adalah penafsiran Abdurrazzaq sendiri.” Sementara dalam pembahasan tentang Ibnu Abbas ra, (disebutkan riwayat) dari  jalan Qatadah dari Abdullah bin Harits, dari Harits sendiri, dan dari jalur Manshur yang bersumber dari Mujahid, an-Nawawi menyatakan bahwa Khidir memiliki julukan Abu al-‘Abbas. Riwayat ini disepakati bersama kebenarannya (muttafaq alaih).[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *