Hasyiah Al-Tarmasi: Karya Fikih Madzhab Syafii Terbesar Abad ke-20

Home / Sejarah / Hasyiah Al-Tarmasi: Karya Fikih Madzhab Syafii Terbesar Abad ke-20

Ini adalah kitab Mauhibah Dzi al-Fadhl Hasiyah ala Syarh Ibn Hajar ala Muqaddimah Ba-Fadhal. Disebut pula al-Manhal al-Amim bi Hasyiah al-Manhaj al-Qawwim karangan seorang ulama beswar dunia Islam yang hdiup di abad ke-14 H (akhir abad ke-19 M dan awal abad ke-20 M) dan bermukim di Makkah, yang berasal dari nusantara (Tremas, Jawa Timur, yaitu Syaikh Muhammad Mahfudz ibn Abdullah ibn Abd al-Mannan al-Tarmasi tsumma al-Makki (dikenal dengan Syaikh Mahfudz Tremas, w. 1920 M).

Kitab ini juga dikenal dengan nama Hasyiah al-Tarmasi, yang tercatat sebagai karya terbesar dalam fikih madzhab Syafii di seluruh dunia Islam yang ditulis pada abad ke-14 H. karena itu, tidaklah mengherankan jika karya ini dikaji dan dirujuk di pelbagai belahan dunia Islam yang penduduknya menganut fikih madzhab Syafii, mulai dari Haramain, Mesir, Suriah, Irak, Kurdistan, Dagestan (Rusia), India, dan tentu saja Asia Tenggara (Jawi/Nusantara).

Mauhibah Dzi al-Fadhl merupakan hasyiah (ulasan panjang atau komentar atas komentar) atas kitab al-Manhaj al-Qawwim karangan al-Imam al-Hafidz Ibn Hajar al-Haitami al-Makki (w. 1566 M). Kitab al-Manhaj al-Qawwim sendiri adalah syarh (penjelasan/komentar) atas matan (teks) kitab al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah fi Fiqh al-Sadah al-Syafiiyyah atau yang dikenal dengan Masail al-Ta’lim (dan Mukhtashar al-Kabir) karangan Syaikh Abdullah ibn Abd al-Rahman Ba-Fadhal al-Hadhrami (w. 1512 M).

Keterkaitan antar teks di atas dapat dipetakan dan digambarkan sebagai berikut:

Matan (teks) Muqaddimah Ba-Fadhal atau Masail al-Ta’lim dan syarh (penjelasan) nya, yaitu al-Manhaj al-Qawwim adalah literatur rujukan utama dan kitab pusaka dalam khazanah fikih madzhab Syafii selama berabad-abad lamanya. Ada beberapa ulama  yang menulis kitab hasyiah (ulasan panjang) atas syarh al-Manhaj al-Qawwim tersebut, seperti Syaikh Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdi al-Madani, w. 1194 H/1780 M (Hawasyi Madaniyah) dan Syaikh Abdullah ibn Sulaiman al-Jarhazi, w. 1201 H/ 1786 M (Hasyiah al-Jarhazi).

Memasuki abad ke-14 H, syarh al-Manhaj al-Qawwim tersebut kemudian di-hasyiah oleh Syaikh Mahfudz Tremas. Karena itulah, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan  kitab Hasyiah al-Tarmasi ini sebagai kitab fikih madzhab Syafii terbesar di abad tersebut.

Dalam kata pengantar atas edisi cetak yang diterbitkan oleh Dar al-Minhaj, Dr. Muhammad Abd al-Rahman al-Ahdal dari Universitas Thaif, KSA, mengatakan bahwa kitab Hasyiah al-Tarmasi ini adalah kitab fikih madzhab Syafii terbesar dan terluas bahasannya yang ditulis oleh ulama bukan saja pada abad ke-14 H, melainkan pada periode muta’akkhirin ( sekitar 12-14 H/ 17-20 M).[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *