PARADIGMA IDEOLOGI NEGARA (SUATU TINJAUAN ISLAMISASI HINGGA KONFLIK PEMIKIRAN ISLAM-POLITIK KONTEMPORER DI INDONESIA)

Sejarah
Oleh: Octavian Hendra PERSPEKTIF WAWASAN KE-INDONESIA-AN Kharakteristik majemuk merupakan suatu hal yang tak bisa dipungkiri ketika berbicara perihal ke-Indonesia-an. Pandangan tersebut didasarkan atas keragaman suku, agama, ras, dan antar golongan yang merupakan kekayaan serta aset berharga bagi bangsa Indonesia. Kondisi demuikian dipengaruhi oleh perspektif fundamental yang menyebabkan Indonesia diselimuti keberagaman, sehingga bangsa ini memiliki keunikan tersendiri dari bangsa-bangsa lain di belahan dunia manapun. Perspektif fundamentalis yang dimaksud dapat ditinjau dari sisi geografis maupun dari segi historisitas. Dua ranah  tersebut memiliki efek dominan dalam terbentuknya sebuah karakter bangsa yang plural. Tinjauan dari sisi geografis menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau. Konsekuensi dari faktor geografis tersebut mampu menimbulkan komposisi ragam budaya yang berbeda. Ditambah dengan posisi silang Indonesia yang terletak antara benua Asia dan Australia, serta Samudera Pasifik…
Read More

Hidayah dan Dholalah (Petunjuk dan Penyesatan)

Tauhid
Kaidah }Allah menyesatkan siapapun yang dikehendaki dan menunjukkan siapapun yang dikehendaki }Makna: Allah menciptakan penyesatan dan petunjuk sekaligus, karena Allah Maha Mencipta }Mengapa harus dikaitkan dengan masyi-ah (siapapun yang dikehendaki)? } adalah sebagai penanda bahwa hidayah itu bukan berarti sebagai penjelasan jalan yang benar, karena penjelasan jalan yang benar itu umum dan hak setiap manusia }Menyesatkan di sini juga dengan kehendak Allah, karena bukan berarti bahwa setiap manusia yang lahir dalam keadaan tersesat atau disebut tersesat (mis: setiap manusia yang baru lahir adalah tersesat), karena jika demikian, maka tidak berarti apa-apa bila dikaitkan dengan masyiah (kehendak) Allah }Seringkali hidayah disandarkan kepada Nabi dan Quran, itu tidak lain sebagai kiasan sebagai salah satu jalan penyebab diberi petunjuk }Sebagaimana penyesatan disandarkan kepada syetan sebagai kiasan, sebagaimana pula disandarkan kepada berhala. }Hidayah: petunjuk…
Read More

Urgensi Agama Islam di Dunia

Umum
}Peradaban ada yang runtuh, ada yang bangkit }Informasi sudah semakin canggih agar bangsa satu mengenal bangsa lain }Kerja sama antar bangsa, negara, kelompok }Terjadilah perdagangan skala global, sebagaimana belum pernah ditemukan kondisi ini sebelumnya }Islam hadir di tengah-tengah masyarakat saat ini }Mukjizat Islam adalah bahwa Islam adalah agama terakhir dari agama ilahiyah }Agama yang umum bagi seluruh manusia }Islam sejatinya bukan agama baru, tetapi sama dengan agama yang dibawa oleh Nuh as, dan nabi-nabi setelahnya }Jika manusia melihat banyak agama yang berbeda, sesungguhnya banyak terjadi penyimpangan pada pembawanya }Allah mengutus nabi Muhammad di akhir zaman }Manusia merasakan nikmat persatuan dan kesatuan dengan adanya Islam ini }Maka dengan ini menuju kesempurnaan masyarakat yang telah dijanjikan sebelumnya }Apakah masuk akal jika Allah menurunkan agama kemudian agama ini berbeda-beda (saling bertentangan antara satu…
Read More

Menjauhi Fanatik Buta

Umum
}Fanatik buta dianggap menciderai akal sehat }Mengapa? }Karena fanatik buta kerapkali dianggap sebagai sebab utama kejumudan umat }Tantangan Islam pertama kali ketika muncul adalah yaitu kebiasaan fanatik buta yang diturunkan dari satu generasi ke generasi }Maka Islam tidak hanya mencegah fanatik buta, melainkan membangkitkan perasaan beragama di masyarakat }Islam tidak mengenal dogma atau doktrin }Yang dijunjung oleh Islam adalah seruan menggunkaan akal pikiran di dalam beragama, membangun akidah di atas kebenaran yang nyata, di atas bukti (dalil) yang kuat }Islam berusaha menghapus fanatik buta pada awal fase perkembangan, lalu mengobatinya dengan  dengan penjelasan dan pembuktian Upaya Melawan Fanatik Buta }Pertama: agar tersebar pondasi-pondasi agama dengan maksud menghidupkan kemanusiaan }Kedua: agar perasaan beragama terjaga dari dorongan syahwat, menolak pemikiran huru-hara, dan menawarkan untuk perkembangan akal dan peradaban berpondasi ilmiah }Ketiga :…
Read More

Islam Menyebarkan Pondasi Kemanusiaan

Umum
}Allah mengerti, bahwa manusia, meskipun sama dalam fitrahnya, sama dalam berpikir logis, tetapi ada hal-hal yang merusak, seperti: pendidikan yang menyesatkan, pengaruh keturunan, terjerat fanatisme buta, kebodohan, dan rasa kesukuan. }Umat Islam akan bersentuhan dengan umat lainnya, maka kehidupan sosial menjadi pondasi yang disiapkan secara umum dapat membuat umat Islam menjadi umat terbaik. لَّا يَنۡهَٮٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَـٰتِلُوكُمۡ فِى ٱلدِّينِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوكُم مِّن دِيَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوٓاْ إِلَيۡہِمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak [pula] mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil (QS al-Mumtahanah: 8) }Seolah-olah dalam ayat ini Allah berkata, Allah tidak melarang kalian untuk bergaul dengan baik kepada orang non-muslim, yang mana mereka tidak memerangi…
Read More

Islam Mengedepankan Keikhlasan

Umum
}Para sejarahwan terkejut melihat perkembangan awal Islam }Bangsa Arab ketika itu mencapai keberhasilan untuk meluaskan pengaruh dan kekuasaannya dalam satu abad, yang mana hal tersebut tidak bisa dicapai oleh Bangsa Romawi dalam 8 abad. }Ini membingungkan bagi para sejarahwan }Apa penyebab semua ini? }Akan tetapi, perkembangan kekuasaan Islam ketika itu, tidak sama dengan yang dilakukan Romawi }Romawi terkenal dengan merendahkan bangsa yang dikuasainya, menghilangkan hak-hak orang lain, dan menjadikan pembesar bangsa-bangsa yang dikuasai sebagai penarik gerobak bagi bangsa Romawi }Akan tetapi, ketika bangsa Arab dengan spirit Islam itu berkuasa, yang terlihat adalah keadilan, kebebasan, keseteraan, dan keamanan bagi seluruh bangsa yang berada di wilayah pengaruh dan kekuasaannya. }Karena Islam mengajak pemeluknya untuk mengarahkan perbuatan mereka hanya kepada Allah }Bukan untuk kepentingan materi dan tujuan duniawi كُلُّ شَىۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُ…
Read More

Islam Mengajak Membersihkan Hati

Umum
Akal dan Hati Nurani }Manusia memiliki akal dan hati nurani }Keduanya berfungsi sebagai kontrol }Keduanya memiliki perbedaan }Misalnya, akal, penguatnya adalah ilmu pengetahuan. Fungsi akal adalah penelaah dan peneliti untuk mengetahui realitas }Sedangkan hati, penguatnya adalah perasaan terpuji. Fungsinya adalah mencari keindahan di setiap hal dan membangun kesempurnaan sebagaimana tujuan hidup. }Umat atau bangsa tidak akan hidup baik dan benar jika tidak seimbang di antara keduanya (akal dan hati nurani). }Jika salah satu lebih dominan, maka tidak akan tercipta keseimbangan. }Pertanyaan: Jika akal telah sampai pada bab pengetahuan yang banyak dan melimpah, maka akan kokoh dalam menimbang segala sesuatu, apakah tidak cukup untuk mencapai kebenaran dan dapat menggantikan fungsi hati nurani? }Jawab: Tidak bisa, ini adalah pendapat bagi orang yang mengatakan bahwa pendidikan hanya cukup dengan akal saja. Sejarah membuktikan,…
Read More

Kenabian Menurut Syiah Imamiyah

Tauhid
Kelompok Mu’tazilah dan Syiah menegaskan pentingnya pengutusan rasul dan mereka berkata bahwa pengutusan rasul merupakan hal yang wajib bagi Allah SWT. Bantahan: Perkataan ini bertentangan dengan sifat ketuhanan yaitu Yang Maha Mencipta, Yang Maha Mengatur segala sesuatu. Tidak cocok pula ketika Allah sebagai al-Hakim, Yang Maha Memutuskan segala perkara, yang mewajibkan sesuatu kepada hamba-Nya, untuk ditaati dan dipatuhi, dan tidak layak bagi hamba-Nya untuk mewajibkan Allah untuk berbuat sesuatu, meskipun kewajiban mengutus rasul. Perkataan ini dirasa menyematkan sifat kekurangan kepada Allah SWT, padahal Allah bersifat dengan segala kesempurnaan dan terbebas dari segala kekurangan. Sesungguhnya pengutusan rasul adalah nikmat dari Allah kepada hamba-Nya, maka Ia berhak memilih siapapun di antara hamba-Nya untuk membawa beban kerasulan dan Ia memerintahkannya untuk menyampaikan wahyu kepada manusia. Jika pengutusan rasul itu kewajiban Allah, maka bertentangan…
Read More

Deklarasi Islam terhadap Solidaritas Umat

Umum
}Setelah Islam mengabarkan sebagai agama kebenaran dan di atas pondasi fitrah dan akal yang sempurna, lantas Islam menyerukan perbaikan sosial }Perbaikan sosial dilandasi keakraban dan solidaritas umat }Islam untuk seluruh umat manusia, berbeda dengan agama-agama sebelumnya yang mana para nabi dan rasul hanya diutus untuk kaumnya saja }Ciri keumuman Islam hanya ditemukan pada Islam, tidak ditemukan di agama-agama sebelumnya }General untuk semua umat manusia, dapat diterapkan di setiap waktu dan tempat Kondisi Suku Arab Jahiliyah }Terpecah-pecah menjadi suku-suku kecil }Saling berperang }Bahkan tidak tampak ada jalan perdamaian }Hilangnya rasa kasih sayang dan  kelembutan }Hingga: seseorang memakai sendal dari kulit musuhnya yang ia bunuh }Maka rasul datang untuk mengajarkan rasa harmoni dan persatuan yang menyeluruh, di bawah naungan cahaya wahyu  يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَـٰكُم مِّن ذَكَرٍ۬ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَـٰكُمۡ شُعُوبً۬ا وَقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوٓاْ‌ۚ…
Read More

[Video] Belajar Imla’ (Dikte Arab) Online

Perangkat Pembelajaran, Umum
Berikut ini adalah beberapa video latihan untuk belajar Imla', yaitu materi dikte Arab untuk berbagai kebutuhan pelajar di manapun berada. Video-video ini sangat mudah dipelajari sehingga mempercepat pemahaman peserta didik untuk dapat menguasai dikte Arab. Apa pentingnya Imla'? Kebutuhan ini seringkali digunakan untuk metode belajar mengajar, seperti dalam Bimago, kuliah di luar negeri, persiapan tes masuk universitas Islam, dan lain sebagainya. Selamat menonton! Belajar Imla' (Dikte Arab) | Kursus Online | Vol. 1 https://www.youtube.com/watch?v=PfvJaIw0mJ0 Belajar Imla' (Dikte Arab) | Kursus Online | Vol. 2 https://www.youtube.com/watch?v=g3sY9M1vvYk&t=108s Belajar Imla' (Dikte Arab) | Kursus Online | Vol. 3 https://www.youtube.com/watch?v=_fObFhA138o&t=1s Belajar Imla' (Dikte Arab) | Kursus Online | Vol. 4 https://www.youtube.com/watch?v=W_8gg98m3HA&t=40s Belajar Imla' (Dikte Arab) | Kursus Online | Vol. 5 https://www.youtube.com/watch?v=gU4rvYK8-KY&t=2s Belajar Imla' (Dikte Arab) | Kursus Online | Vol. 6 https://www.youtube.com/watch?v=KGlkHoFPBDI&t=2s Belajar…
Read More

Contoh Terbaik dalam Membangun Umat

Sejarah
Di masa lalu, Platon dengan konsep Republik, Aristoteles dengan konsep politiknya, keduanya gagal mengimplementasikan masyarakat dengan konsep tersebut Bahkan Romawi setelahnya malah tidak beres sistemnya Akan tetapi, rasulullah saw justru menerapkan pondasi-pondasi wahyu di dalam masyarakat Misalnya, dalam Quran disebutkan untuk mengajak perdamaian dan solidaritas di antara umat, menegaskan bahwa kemuliaan bukan tergantung pada suku atau nasab dll, akan tetapi dari sudut pandang keunggulan moral dan etika. Maka Islam tidak menyatukan dengan pondasi pada satu kaum saja, sebagaimana para nabi sebelumnya hanya diutus untuk kaumnya saja Akan tetapi, Islam menyatukan umat seluruhnya, umat manusia Penyatuan itu didasarkan pada umat terbaik yang melepaskan sekat-sekat kesukuan, meredam berbagai peperangan di antara mereka, Yang mana peperangan tersebut menghilangkan tujuan awal penciptaan manusia di alam ini Rasulullah saw menampakkan mukjizat sosial, yang mana setiap…
Read More

Berlebihan dalam Beribadah?

Fiqh
Semua manusia dan jin memang diciptakan oleh Allah untuk beribadah. Namun Allah ﷻ  dan Baginda Nabi Agung Muhammad ﷺ tidak menyuruh orang-orang untuk beribadah melebihi kemampuan masing-masing, agar tidak memberatkan. طه مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى Artinya: “Thâhâ. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepada-Mu (Muhammad) supaya engkau menjadi susah.” (QS Thâhâ: 1-2). Ayat lain menyebutkan: يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ Artinya: “Allah menghendaki kalian kemudahan, dan Dia tidak menghendaki kalian kesulitan.” (QS Al-Baqarah: 185) Dalam hal menjalankan ibadah, Nabi Muhammad ﷺ menyuruh umatnya untuk melakukan perintah agama semampunya. Berbeda jika berupa larangan, kita harus meninggalkan larangan secara total. Shalat wajib kita lakukan, tapi pada batas semampunya. Mampu berdiri, dengan berdiri; mampu duduk, dengan duduk; dan seterusnya. Orang puasa hanya bagi yang mampu. Orang yang sakit, kalau sampai…
Read More

Ajakan Kepada Ilmu

Umum
شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآٮِٕمَۢا بِٱلۡقِسۡطِ‌ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَڪِيمُ Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu [juga menyatakan yang demikian itu]. Tak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Ali Imron: 18) Dalam ayat ini Allah menganggap kesaksian para ahli ilmu dalam urusan besar ini Islam sangat bersungguh-sungguh dalam mementingkan ilmu   قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِى ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ‌ۗ Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS Az-Zumar:9) Ayat ini menjelaskan tentang mulianya ilmu dan yang ada di dalamnya Orang berilmu berbeda dan lebih baik dari selainnya Orang berilmu menyingkap akal dari kebodohan  يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ…
Read More

Allah Tidak Diwajibkan Atas Sesuatu Apapun

Tauhid
Justru Allah swt yang memberi taklif (pembebanan) kepada manusia Berupa perintah dan larangan Terbaik bagi hamba-Nya menurut Allah belum tentu sama dengan terbaik menurut hamba-Nya Ketika berdoa, kita memohon yang terbaik menurut kita atau menurut Allah? Baik buruk siapa yang menciptakan? Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka Dia tidak akan menciptakan seorang kafir yang miskin: disiksa di dunia, disiksa pula di akhirat Tapi kita temukan di dunia ini ada orang kafir dan juga miskin   Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka kita tidak usah bersyukur atas segala pemberian dan nikmat-Nya, karena itu sudah kewajiban Allah Tapi Islam sendiri menganjurkan hamba-Nya untuk bersyukur atas segala pemberian Allah   Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka kebaikan yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw tidaklah…
Read More

Pandangan KH Wahab Chasbullah soal Hukum Potong Tangan

Sejarah
Dalam lintas sejarah Indonesia pasca-kemerdekaan, pemerintahan Indonesia pernah mengalami berbagai perubahan bentuk. Pada 1945-1949 menggunakan sistem presidensial, 1949-1950 berbentuk parlemen semu, 1950-1959 berbentuk parlementer, kemudian dari 1959 hingga saat ini, Indonesia masih menggunakan sistem presidensial. Pada rentang 1956-1959 perwujudan pemerintahan parlementer yaitu dengan membentuk Majelis Konstituante. Pada masa ini terjadi perdebatan alot antara tiga faksi (kubu) terkait dengan unsur yang ingin dijadikan sebagai dasar negara. Pertama ialah Faksi Pancasila yang sama sekali tidak menginginkan piagam Jakarta menjiwai dalam dasar negara. Kedua Faksi Islam (NU termasuk di kubu ini) yang menginginkan piagam Jakarta tidak dihilangkan secara serta merta, dan ketiga, kubu ekonomi sosialis demokrasi yang menginginkan dasara negara sosialis. Bahkan di tubuh faksi Islam secara formal menginginkan Islam menjadi dasar negara. Meskipun NU ada di kubu ini, organisasi para kiai tersebut…
Read More
Empat Alasan Mengapa Madinah Dipilih sebagai Tempat Hijrah Rasulullah

Empat Alasan Mengapa Madinah Dipilih sebagai Tempat Hijrah Rasulullah

Sejarah
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Rasulullah bercerita bahwa suatu ketika dirinya pernah bermimpi berhijrah dari Makkah ke ke suatu kota yang memiliki banyak pohon kurma. Pada saat itu, Rasulullah mengira bahwa kota tersebut adalah Yamamah atau Hajar. Namun dugaan Rasulullah meleset, ternyata tempat yang dipilih untuk tempat hijrah adalah Madinah Yatsrib. Lalu apa sebetulnya yang menyebabkan Madinah dipilih sebagai tempat untuk berhijrah Rasulullah dan umat Islam secara keseluruhan? Perintah Allah sudah pasti menjadi alasan utama. Rasulullah tidak akan berhijrah kecuali atas perintah Allah. Bahkan Allah melalui malaikat Jibril juga sudah menentukan waktu Rasulullah berhijrah ke Madinah, yaitu tengah malam. Di saat para elit kaum kafir Quraisy yang mengepung rumah Rasulullah untuk menghabisinya lengah. Dipilihnya Madinah sebagai tempat berhijrah juga tidak lepas dari beberapa penduduk Madinah yang sudah berbaiat kepada Rasulullah,…
Read More

Keturunan Nabi yang Terputus Kekeluargaan dari Rasulullah

Umum
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang bagaimana sebenarnya para keturunan Rasulullah ﷺ yang ada sekarang ini. Apakah mereka terjaga dari segala dosa sehingga bebas melaksanakan apa saja? Ataukah mereka punya kewajiban yang sama dengan umat Islam lain dalam hal menjaga keilmuan dan sikapnya untuk berusaha patuh dan mengikuti jejak sikap kakeknya, Rasulullah Muhammad ﷺ? Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah berpendapat, mereka yang merupakan keturuan Sayyidah Fathimah dari jalur Hasan maupun Husain adalah keturunan Rasulullah ﷺ melalui jalur nasab. Adapula orang lain yang bisa menyambung kepada Baginda Nabi bukan melalui jalur nasab, tapi karena jalur sebab. Mereka adalah para ulama yang benar-benar ulama, yaitu mereka yang selain alim juga mengamalkan ilmunya. Dalam sebuah hadits yang panjang, diriwayatkan oleh Katsir bin Qais Rasulullah ﷺ disebutkan: إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ Artinya: “Sesungguhnya ulama adalah…
Read More

JALUR SILSILAH RIWAYAT KITAB-KITAB MADZHAB SYAFI’IYYAH

Fiqh
Kitab Fiqih dalam Mazhab Syafi’i Rhl. yang dikarang oleh ulama’-ulama’ Syafi’i dari abad ke abad adalah mewarisi pusaka ilmu, kitab-kitab tersebut dikarang oleh sahabat-sahabat Imam Syafi’i Rhl. (Ulama’-ulama’ pengikut Syafi’i) sudah demikian banyaknya. Hampir setiap ulama’ itu mengarang kitab Fikih Syafi’i untuk dijadikan pusaka bagi murid-muridnya dan bagi pencinta-pencintanya sampai akhir zaman. Tidak terhitung lagi banyaknya kerana di antaranya ada yang tidak sampai ke tangan kita, tidak pernah kita melihat dan bahkan kadang-kadang ada yang tidak pernah didengari mengenai kitab-kitab dari segi nama kitabnya, pengarangnya, bahkan tidak mengetahui langsung tentang hal kitab dan para ulama’ bagi penuntut ilmu Islam. Fenomena ini perlu kita sedari bahwa, hal demikian perlu diambil tahu dan peka bagi setiap penuntut ilmu dari siapa kitab menuntut ilmu, dan dari mana kitab mengambil rujukan hukumnya. Kerana dikhawatirkan…
Read More