Indikator Keberhasilan Puasa

Pendidikan
Seperti yang diketahui bersama bahwa tujuan ibadah puasa yang dikerjakan oleh umat Islam di bulan Ramadhan adalah untuk membentuk pribadi-pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT. dalam Al Quran: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Albaqarah: 183) Oleh karena tujuan puasa adalah untuk membentuk manusia menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa, maka seseorang bisa dikatakan berhasil di dalam menjalankan ibadah puasanya  di bulan Ramadhan, apabila di dalam dirinya terdapat kriteria-kriteria orang yang bertaqwa. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “apa saja kriteria orang yang bertaqwa?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dapat dilihat di dalam Al Qur’an surat Ali Imron ayat 134:…
Read More

Agar Terbebas Dari Hutang

Umum
Di dalam kitab Al Adzkar An Nawawi ada sebuah kisah yang menarik bersumber dari sebuah hadits dari sahabat Said al-Khudri yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Suatu ketika, Rasulullah menjumpai ada seorang  laki-laki dari sahabat Anshar yang sedang duduk-duduk di masjid. Sahabat Anshar ini biasa dipanggil dengan sebutan ‘Abu Umamah. Melihat hal itu, Rasulullah kemudian bertanya: يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ ؟ “Wahai Abu Umamah, kenapa kamu duduk-duduk di masjid padahal ini bukan waktu shalat?” Abu Umamah menjawab: هُمُومٌ لَزِمَتْنِي، وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ “Saya sedang gundah dan terlilit hutang ya Rasulullah! Kemudian Rasulullah balik bertanya: أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ، وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ ؟  “Maukah engkau aku ajarkan sebuah doa yang apabila kamu membacanya, maka…
Read More

TUJUAN DICIPTAKANNYA MANUSIA

Tasawuf
Kita semua sudah mafhum bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia ini bersifat fana. Begitu juga dengan kehidupan manusia, hanya sebentar saja. Sehingga ada ungkapan urip iku ibarat mampir ngombe, atau dalam bahasa Indonesia hidup itu hanya untuk singgah minum. Oleh karena hidup yang tidak lama tersebut, sudah seharusnya kita memperhatikan kembali tujuan diciptakannya manusia. Di dalam Al Qur’an Alloh SWT. berfirman: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56). Ayat di atas secar eksplisit menjelaskan bahwa tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, dan hanya menyembah kepada Allah SWT. Senada dengan ayat tersebut, di dalam ayat lain Alloh SWT. berfirman: الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ Dari ayat tersebut dapat…
Read More

Puasa Melatih Keikhlasan Seorang Hamba

Tasawuf
Puasa merupakan ibadah yang bersifat  individual. Artinya, hanya Alloh SWT dan orang itu sendiri yang tahu bahwa dia berpuasa atau tidak. Oleh karena itulah, puasa mengajarkan kepada seorang muslim untuk berbuat sesuatu ikhlas karena Allah. Ia hanya menginginkan penilaian Allah, bukan penilaian manusia. Hatinya senang dengan ibadah puasa yang ia lakukan meskipun orang disekelilingnya tidak mengetahuai bahwa ia sedang berpuasa. Keberhasilan puasa seseorang sangat bergantung kepada ikhlas atau  tidaknya dia dalam menjalankan ibadah puasa. Di dalam sebuah hadits Rosulullah SAW. bersabda مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika berbicara ikhlas dalam beribadah, maka diperlukan sikap kehati-hatian terhadap penyakit yang bisa menggrogoti…
Read More
PENGARUH KEBIASAAN “NYETHE” TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT *)

PENGARUH KEBIASAAN “NYETHE” TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT *)

Pendidikan, Umum
PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Di dalam masyarakat Tulungagung, terdapat sebuah kebiasaan yang cukup unik yaitu nyethe. Nyethe adalah suatu kebiasaan menggambar atau melukis di atas rokok dengan menggunakan media endapan kopi (dalam bahasa jawa: cethe). Kebiasaan ini dilakukan para perokok di warung-warung kopi khususnya warung yang menyediakan kopi khusus untuk nyethe. Kebiasaan ini sudah membudaya di kalangan masyarakat perokok, khususnya di Tulungagung, Jawa Timur. Berpijak dari uraian diatas, timbul suatu permasalahan sosial di masyarakat bahwa telah terbentuk suatu kebiasaan baru yang kontroversial di masyarakat karena ada berbagai pihak yang membuat generalisasi bahwa kebiasaan tersebut merupakan kegiatan yang membuang-buang waktu. Disisi lain, ada pihak yang menolak asumsi negatif tersebut. Mereka menganggap bahwa nyethe bukan termasuk kegiatan yang membuang-buang waktu. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh gambaran objektif dan komprehensif…
Read More
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN UNTUK MEMPERKUAT PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH FORMAL

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN UNTUK MEMPERKUAT PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH FORMAL

Pendidikan, Umum
Pendahuluan Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang tumbuh bersamaan dengan masa penyiaran Agama Islam (Mushollin: 2014). Lazimnya, pondok pesantren  didirikan oleh ulama/kyai dengan kemandirian, kesederhanaan dan keikhlasan. Sejarah tidak mencatat secara pasti kapan pesantren itu pertma kali didirikan,akan tetapi sebagai indikasi mulai adanya pesantren, pada awal abad ke-17 (1619) terdapat pesantren Jawa yang didirikan oleh sultan Maulana Malik Ibrahim di Gresik Jawa Timur (Mahfudz: 1999). Sejak diperkenalkan, lembaga tempat para kaum bersarung (baca: santri) menimba ilmu tersebut, telah mengalami banyak perubahan dan memainkan peran yang sangat signifikan bagi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah menanamkan karakter yang baik (baca: akhlakul karimah) pada setiap santrinya. Hal ini disebabkan karena di pesantren, tidak hanya terdapat sarana dan praktek pendidikan, akan tetapi juga menanamkan sejumlah nilai atau norma. Nilai-nilai tersebut…
Read More
Makna Ulama yang Tereduksi

Makna Ulama yang Tereduksi

Pendidikan, Umum
Akhir-akhir ini, kita sering menjumpai kegiatan-kegiatan berskala nasional dengan tema  “Bela Ulama”, “Save Ulama” “Ijtima’ Ulama”, dan tema-tema lain yang senada. Secara sekilas, aksi-aksi tersebut kelihatannya bagus. Akan tetapi, kalau dilihat lebih jauh dan diamati lebih dalam, ada hal lain yang miris dan membuat kita prihatin. Saat ini, dengan mudahnya orang menyematkan gelar ulama kepada siapa saja, tidak peduli dia berilmu atau tidak. Asalkan punya kemampuan retorika yang bagus, hafal beberapa ayat Al Qur’an dan hadits, dan berpenampilan kearab-araban sudah disebut ulama’. Padahal, sesungguhnya, ulama itu bukan gelar sembarangan. Ulama adalah gelar sakral yang hanya disematkan kepada orang-orang tertentu. Secara bahasa, kata (dalam bahasa Arab: kalimat) ulama merupakan bentuk  jama’ dari kata (dalam bahasa Arab: kalimat) ‘alim,yang memiliki arti orang yang berilmu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ulama didefinisikan sebagai…
Read More
RAJA DAN MADU

RAJA DAN MADU

Tasawuf
Gara gara berdiskusi dengan seorang teman tentang madu, jadi ingat kisah yang pernah saya baca pada buku Lentera Al Qur’an *) Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Diceritakan, pada suatu ketika ada seorang raja yang ingin menguji kesadaran warga kotanya. Raja tersebut memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendok madu untuk dituangkan di sebuah bejana yang disediakan di puncak bukit di tengah kota. Seluruh warga kota pun memahami dan mengerti perintah tersebut dan mereka bersedia untuk melaksankannya. Tetapi, dalam pikiran salah seorang warga (sebut saja si Alex) terlintas suatu cara untuk mengelak dari perintah tersebut. Dalam benaknya, dia berkata: “aku akan membawa sesendok penuh, tapi bukan madu. Aku akan membawa air.…
Read More
TEKNIK MENGAJAR KOSAKATA (VOCABULARY) PADA ANAK DENGAN METODE MENGHAPALKAN DERETAN KATA: PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA

TEKNIK MENGAJAR KOSAKATA (VOCABULARY) PADA ANAK DENGAN METODE MENGHAPALKAN DERETAN KATA: PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA

Pendidikan, Umum
Pendahuluan Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penguasaan kosakata memiliki peran yang sangat signifikan dalam berkomunikasi. Kelemahan menguasai kosakata sering dijadikan sebagai kambing hitam terhadap lemahnya seseorang dalam menguasai bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris. Banyak diantara guru yang menyuruh murid-muridnya untuk menghafal deretan kata-kata dari kamus maupun dari daftar kosakata yang sudah dibuat. Mereka mempunyai asumsi bahwa cara ini merupakan cara yang cukup mudah untuk diajarkan dan cepat ditangkap oleh pembelajar. Memang dengan metode tersebut pembelajar akan banyak menghafal kosakata. Akan tetapi, ada permasalahan baru yang muncul. Yaitu pembelajar tidak bisa menggunakan kosakata tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kalau kita mau membuka kembali ingatan kita bagaimana kita belajar bahasa Indonesia, rasanya tidak pernah orang tua atau guru kita menyuruh untuk menghafal deretan kosakata. Justru kita bisa menguasai dan mampu…
Read More