Fenomena Bangsaku di Jaman Now

Fenomena Bangsaku di Jaman Now

Umum
Sore itu selepas Sholat ‘Ashar aku mampir ke tempat Kang Junjung yang habis cuti liburan ke luar kota. Sambil berharap siapa tahu mendapat oleh-oleh dari sahabat seperti janji di pertemuan kongkow jum’at sore kemarin. Aku tidak langsung mengetuk pintu, sebab sayup-sayup ku dengar Kang Junjung menyanyi entah apa cengkok/lyrics/dan musik yang dia pakai, tapi yang jelas syairnya diantaranya berbunyi: Ooo.. generasi bangsaku Mulut dijejal fastfood Tangan memegang gadget Mata dan pikiran melayang di dunia maya Perilaku sosial negatif, dan konsumtif makin menggila Tak kenal sopan, santun serta sapa Jualannya sabu, narkoba dan psikotropika Ooo.. Bangsaku Pejabat tidak memikirkan rakyat Pengadil tidak membuat adil Pengaman tidak membuat aman Pemuka agama tiada beramal akan isi agamanya Individu saling bersaing Tiada tahu mana kawan manalah lawan aku dan egoku adalah  yang penting tak…
Read More
Mengikis Budaya Instan

Mengikis Budaya Instan

Umum
Budaya instan yang makin tumbuh dan berakar di masyarakat telah mendorong berbagai praktik penyimpangan. Budaya instan ini merupakan segala sesuatu keinginan atapun perbuatan yang diraih dengan serba singkat dan tanpa bekerja keras. Pada praktiknya etos kerja pun telah dikesampingkan karena dipandang memperlama proses pencapaian sesuatu yang diinginkan. Didukung pula dengan budaya masyarakat permisif, hedonistik, dan materialistik telah menghilangkan idealisme dalam menegakkan nilai-nilai budaya luhur bangsa sekaligus menumbuh-suburkan budaya instan tersebut. Hal inilah yang menjadi tema percakapan saya dan Kang Junjung sore itu, sebagai sahabat akrab sekaligus generasi jaman “now“ kami selalu menyempatkan waktu luang untuk membahas fenomena masayarakat dan kali ini, kami sepakat mengambil tema tentang pergeseran budaya bangsa yang semakin memprihatinkan, sekaligus memberikan solusi dengan gaya naratif dalam kemasan cerita dialog atraktif. Alasan kita siapa tau pembahasan kongkow ini bisa meredakan…
Read More
Tawakkal di Era Modern

Tawakkal di Era Modern

Umum
Suatu saat, saya ngobrol dengan teman saya yang sedang mengambil program doktoral di bidang Ekonomi Islam. Ia berkata, Imam Ghozali membagi harta ke dalam 3 kelompok. Pertama, harta untuk konsumsi. Kedua, harta untuk produksi. Ketiga, harta untuk infaq. Dari ketiga pembagian ini, tidak ada harta yang disimpan untuk tabungan dan investasi. Masih layakkah pembagian harta versi Imam Ghozali di era sekarang?   Hal ini lantas menjadi perdebatan. Di era modern yang justru mengajak setiap orang untuk menabung dan berinvestasi, tentu pendapat Imam Ghozali layak untuk dilihat kembali. Pasalnya, justru manusia di era modern sangat getol untuk menabung dan melakukan investasi. Sedangkan menurut Imam Ghozali, harta yang disimpan itu seperti air yang tidak mengalir, lama-lama membusuk dan kotor.   Sebagian orang justru mengalokasikan sebagian besar hartanya untuk sektor konsumsi, ini yang…
Read More
Kebutuhan Primer Manusia, Apa Sebenarnya?

Kebutuhan Primer Manusia, Apa Sebenarnya?

Umum
Ketika seseorang ditanya, apakah yang menjadi kebutuhan utama (primer) bagi manusia? Secara umum pasti menjawab : “SANDANG/Makanan”. Maka tidaklah aneh jika kita sering melihat kesibukan manusia mondar mandir dari warung ke warung atau dari restoran satu ke restoran lainnya hanya untuk memenuhi kebutuhan “PRIMER”nya tersebut. Bahkan manusia terkadang rela berbuat apa saja demi mendapatkan makanan yang disebut sebagai kebutuhan “PRIMER”. Hal tersebut terjadi karena secara umum telah menjadi sebuah paradigma bagi manusia bahwa makanan adalah yang paling pokok dalam kebutuhan hidupnya. Kita pun mungkin saja menjadi bagian dari kelompok manusia yang ber-paradigma seperti itu. Baiklah, saya sebagai penulis, disini bukanlah berada pada posisi sebagai penengah atau penentu dalam hal tersebut, karena saya sendiri sampai saat ini masih mencari makan juga. Namun saya mencoba untuk sedikit membuka mata hati agar bisa…
Read More
Pentingnya Pendidikan Agama dalam Membangun Karakter Bangsa

Pentingnya Pendidikan Agama dalam Membangun Karakter Bangsa

Umum
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan juga budaya. Populasi sumber daya manusia berjumlah lebih dari 230 juta jiwa. Ditambah lagi dengan populasi penduduk yang beragama Islam terbesar di dunia saat ini. Namun, potret kehidupan bangsa saat ini cukup memprihatinkan. Pengangguran, korupsi, tindakan kriminal dan asusila, diperparah lagi dengan kemiskinan mewarnai terpuruknya kehidupan masyarakat bangsa saat ini. Salah satu penyebab utama yang membuat moral bangsa ini terpuruk adalah runtuhnya akhlak manusia Indonesia saat ini, padahal agama Islam sangat menjunjung tinggi pentingnya akhlak. Hal tersebut juga merupakan salah satu tujuan diutusnya Rasulullah SAW ke muka bumi. Ingin Belajar Imla' (Dikte Arab) via Android? Klik di sini! Sehingga untuk mengembalikan wajah Indonesia saat ini dan memulihkan keterpurukan, mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus dibangun melalui pembentukan akhlak…
Read More
Hakikat Pendidikan, Memanusiakan Manusia atau Men-zombie-kan Manusia?

Hakikat Pendidikan, Memanusiakan Manusia atau Men-zombie-kan Manusia?

Umum
Bagaimana seharusnya pendidikan yang baik bagi anak dalam urusan agama? Pertanyaan ini mungkin menggelayuti setiap orang tua yang hendak memilihkan sekolah yang terbaik bagi anak-anaknya. Apalagi dengan landasan agama yang baik, tentu menjadi prioritas utama bagi para orang tua. Akan tetapi, dari beberapa fenomena yang ada, tampaknya orang tua harus lebih teliti lagi menyekolahkan anaknya di sekolah yang sepintas berlabelkan agama, tapi merupakan penafsiran dan klaim kelompok tertentu, bukan penafsiran ajeg oleh mayoritas umat muslim.   Saya akan memberikan beberapa kasus yang terjadi. Pertama, ada seorang ayah yang pulang kerja bertepatan dengan pulangnya si anak. Lantas anaknya berkata, "Yes, menang!" Bapaknya bertanya, "Habis lomba apa, Nak, kok kelihatan senang sekali?" Si anak menjawab, "Gak, Yah. Ga ada lomba di sekolah. Tadi Ahok dipenjara." Si bapak kaget bukan main, lalu mewawancari…
Read More

ILMU UTAK-ATIK GATUK

Umum
Manusia adalah Makhluq sempurna yang dikarunia oleh alloh SWT akal dan budi pekerti, keduanya adalah satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan. Ketika akal diagungkan sebagai sesuatu hal yang paling utama mengalahkan budi pekerti maka manusia itu tidak lebih dari makhluq yang namanya hewan, sedangkan jika hanya budi pekerti yang dikedepankan tanpa upaya akal maka kita akan selalu stagnan alias konstan atau bahkan bisa jadi obyek yang selalu kalah. Jadi kedua instrumen ini seharusnya bersifat saling melengkapi, seiring, serasi dan seimbang. Terkait karunia akal yang telah diberikan kepada kita, penulis mencoba mengurai sesuatu hal yang disebut "utak-atik" untuk menghasilkan "gathuk" yang berbuah suatu uraian budi pekerti yang tidak sekedar ngawur, namun bisa menjadi celetukan segar dalam mengurai suatu konsep.  Sebagai contoh awal disini penulis mengurai "utak-atik" konsep Newtonian tentang diam dan…
Read More

Trump, Yerusalem, dan Palestina-Israel

Umum, Uncategorized
Dalam dunia politik yang kotor ada istilah menebar kegaduhan untuk mengeruk sebesar-besarnya keuntungan tampil sebagai pahlawan. Dalam dunia media massa dikenal “the worst news is the best news”. Dalam dunia Arab di kenal “kencingi air zam-zam maka engkau akan terkenal”. Dalam dunia intertainment ada istilah “ciptakan yang aneh-aneh lagi gila maka popularitasnya akan dengan cepat viral serta mendunia”. Orang yang suka melakukan hal-hal yang aneh memang cenderung akan selalu menarik perhatian khalayak ramai. Orang yang menginginkan dirinya terkenal dia juga cenderung melawan logika dan kebiasaan umum masyarakat. Sesuatu yang tidak biasa, yang tidak wajar, dan bahkan tidak pantas di ucapkan, dipakai dan dilakukan, dia akan ucapkan, pakai dan lakukan. Karena targetnya memancing perhatian khalayak ramai. Hal inilah yang menjadi tema percakapan saya dan Kang Junjung sore itu, sebagai teman akrab…
Read More
Urusan Israel-Palestina, Serahkan Saja ke Bangsa Indonesia

Urusan Israel-Palestina, Serahkan Saja ke Bangsa Indonesia

Umum
Beberapa hari yang lalu, presiden Amerika Serikat mengumumkan perpindahan kedutaan besar Amerika dari kota Tel Aviv ke Jerussalem. Ini artinya Trump mengakui ibu kota negara Israel adalah Jerussalem, bukan Tel Aviv. Tentu saja hal ini memicu kemarahan banyak warga di dunia, terutama umat muslim.   Tapi jujur, saya salut dengan Trump. Ia dengan berani merealisasikan janji kampanyenya di tahun 2016. Bukan seperti pejabat politik di negara kita, janji kampanye tinggal janji. Tapi Trump adalah orang yang bertanggung jawab terhadap apa yang dijanjikan kepada pemilihnya, dan ia memilih untuk melaksanakan hal tersebut. Itu adalah pilihan politis. Bisa saja ia gambling ketika mengucapkan janji kampanye tersebut, tapi toh ia pasti sudah melakukan hitung-hitungan yang matang. Apalagi untuk menarik minat para pemilih, sah-sah saja. Ketika lantas ia terpilih jadi presiden, tentu ia harus…
Read More

ISU TIMUR TENGAH, TERORIS, PALESTINA, YERUSALEM DAN ISLAM MENJADI TRIGGER NAIKNYA OPLAH MEDIA DAN NAIKNYA KOMODITAS ALUTSISTA

Umum
Secara kultur bangsa-bangsa di negara kawasan timur tengah merupakan bangsa yang mempunyai background sejarah gemar berperang, entah besar atau kecil permasalahan yang menjadi pemicunya maka perang adalah solusi yang harus mereka ambil. Sampai datangnya agama Islam, kultur budaya jahiliyah tersebut mereka uri-uri sampai dalam jangka waktu yang lama. Bahkan sampai kini pun tercatat bahwa dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia hanya bangsa arab dan kawasan disekitarnya (Timur Tengah) sebagai kawasan dengan intensitas yang paling sering menjadi ajang medan pertempuran. Dengan jeli dan cermat kelemahan islam di kawasan Timur Tengah ini oleh bangsa yang cerdas dan aliansinya dicatat, dikaji, dianalisis, kemudian mereka eksekusi untuk selanjutnya dalam tahap akhir bisa jadi adalah menghapuskan kawasan islam Timur Tengah dari peta dunia. Bentuk-bentuk upaya yang mereka lakukan dalam eksekusi hasil kajian tersebut adalah: Adu domba,…
Read More
Semakin Lama Memulai, Semakin Cepat Selesai

Semakin Lama Memulai, Semakin Cepat Selesai

Umum
Seperti orang yang sedang menjalani ulangan sumatif, hidup yang kita jalani ini pun sedikit banyak mirip-mirip seperti ulangan sumatif  itu. Semakin lama memulai semakin cepat selesai. Ulangan sumatif, waktunya sudah ditentukan dua jam, maka sebisa mungkin dalam waktunya semua soal sudah terjawab, jika tidak mau tidak mau, harus segera dikumpulkan. Dalam mengerjakan ulangan sumatif,  jangan melakukan perbuatan yang sia-sia sehingga waktu habis, sementara lembar jawaban masih kosong belum dibulatkan-bulatkan. Kerjakanlah yang mudah dahulu baru mengerjakan yang sekiranya dianggap sulit. Tidak boleh mencontek, memberi dan menerima jawaban dari orang lain. Begitupun hidup, jangan menunda-nunda kebaikan sampai tua, jika memang masih muda kita sudah bisa melakukannya, apalagi menundanya sampai tidak ada kesempatan lagi melakukannya  –  mati. Umur pun sudah ditentukan, tidak ada yang tahu, sampai kapan hidupnya berakhir, maka berbuatlah yang baik-baik sehingga ketika umur…
Read More
Lebih Baik Kepala Teri Daripada Buntut Kakap

Lebih Baik Kepala Teri Daripada Buntut Kakap

Umum
Dalam berdakwah diperlukan man power. Orang yang kuat. Berdakwah itu mengajak orang berbuat kebaikan. Kebaikan adalah musuhnya kemungkaran. Berbuat kebaikan itu susah, terkadang dibilang aneh, dan butuh perjuangan sementara kemungkaran itu banyak pendukungnya, menggiurkan, dan banyak pengikutnya. Kalau tidak kuat, salah-salah malah yang baik ikut terbawa asyik dalam kemungkaran. Sebab kemungkaran itu selalu dihiasi dengan kenikmatan, keindahan, dan keuntungan. Berdakwah, kalau tidak kuat,  akan dipandang sebelah mata. Protesnya diabaikan, pendapatnya diremehkan, gagasannya dimentahkan. Tetapi jika orang kuat yang berdakwah, semua mata akan memandang, suara lirihnya pun akan didengar, sampai bercandanya pun akan menjadi pertimbangan. Makanya Islam mengajarkan agar kita menjadi muslim yang kuat. Kuat dalam berbagai hal. Kuat iman, kuat badan, kuat pendapatan, kuat pikiran, kuat ilmu pengetahuan, kuat jabatan, kuat godaan, dan lain-lain. Sebagaimana Rasulullah mengajarkan, jika kita melihat kemungkaran…
Read More
Generasi Alfa Hari Ini

Generasi Alfa Hari Ini

Umum
Ajarilah anak-anakmu berkuda, berenang, dan memanah. Perintah Rasulullah ini sangat relevan sampai hari ini bahkan sampai akhir hari nanti dan mengena tepat sasaran untuk para orang tua agar bersikap tidak egois dan memaksakan kehendaknya terhadap anaknya. Anak sekarang hidup di zaman berbeda dengan zaman orangtuanya. Bahkan anak generasi sekarang mengalami lompatan sampai empat kali lebih cepatnya dibanding generasi orangtuanya. Inilah generasi alfa. Kemajuan teknologi yang serba canggih sampai hari ini membuat anak-anak lebih tahu daripada orang tuanya. Mereka bisa belanja tanpa harus pergi ke toko. Tinggal sentuh layarnya, klik gambarnya, transfer uangnya, barang sudah sampai di rumah. Mau jualan juga bisa. Tidak harus punya ruko dan etalase untuk mendisplay barang dagangannya, cukup difoto lalu diupload,  maka like dan komentar pesanan pun akan memenuhi layar androidnya. Cara yang seperti ini tidak…
Read More
Bukan Matanya tapi Hatinya

Bukan Matanya tapi Hatinya

Umum
Abdullah bin Maktum pernah bertanya kepada Rasulullah,  apakah boleh sholat di rumah saja karena ia buta, tidak bisa melihat lurus dan keloknya jalan. Rasulullah menjawab apakah kamu masih bisa mendengar suara adzan dan mencari sumber suaranya,  kalau masih mendengar maka tetap harus diusahakan sholat berjamaah di masjid. Subhanallah,  amazing,  anjuran ini bukan berarti Rasulullah tega dan tidak peduli dengan orang buta,  tapi justru ini tanda kasih sayang kepadanya karena pentingnya berjamaah  dan besar pahalanya ketika sholat berjamaah di masjid. Teramat sayang untuk ditinggalkan. Dua puluh tujuh derajat bagi yang berjamaah, hanya satu derajat bagi yang sholatnya sendirian. Pastinya kita ingin yang lebih banyak pahalanya dong! Yang buta saja dianjurkan ke masjid,  meskipun harus merangkak dan meraba-raba,  masa yang melihat kalah sama yang buta,  tidak pernah mau ikut pengajian apalagi sholat…
Read More
Memadamkan Api, Menjadi Abu

Memadamkan Api, Menjadi Abu

Umum
Masoibu qoumin 'inda qoumin fawaidu. Musibah terhadap suatu kaum berarti faedah bagi kaum yang lain. Dulu teman saya bercerita, ketika krisis moneter tahun 1998, penduduk di kampungnya malah naik haji semua. Padahal krisis moneter kala itu merupakan krisis yang sangat berat. Banyak negara-negara di dunia terkena imbasnya, termasuk Indonesia. Tapi aneh, menurut penuturan kawan saya, justru ibadah haji dilakukan bersama-sama di kampungnya.   Usut punya usut, ternyata wilayah kampung tersebut adalah wilayah perkebunan sawit. Ketika krismon terjadi, harga sawit melambung tinggi. Penduduk di sana meraup untung luar biasa. Oleh karena itu, ketika daerah lain terjadi kerusuhan, tidak aman, dan penjarahan, di kampungnya malah mencerminkan gemah ripah loh jinawi. Ini bagaikan dua sisi mata uang yang saling bertentangan satu dengan lainnya.   Itulah mengapa, di balik setiap musibah, pasti ada pihak…
Read More
Ketika Banjir Tak Terbendung

Ketika Banjir Tak Terbendung

Umum
Sekolah saja ada ujian,  masa hidup mau lurus-lurus saja. Ujian pun bukan hanya ujian blok atau tema yang bisa juga disebut ulangan harian, tetapi juga ada sumatif, bahkan ujian akhir nasional. Tidak berhenti di situ saja.  Ternyata mau naik lagi ke tingkat yang lebih tinggi lagi juga harus melalui ujian dulu. Begitu pun hidup manusia, di saat akan meningkat taraf hidupnya,  maka harus melewati ujian dahulu,  baru akan meneruskan ke lanjut yang berikutnya. Ujian di dalam Alquran disebut dengan kata fitnah. Fitnah menurut al-Maraghi, bisa berarti ujian, musibah, bencana, dan malapetaka. Sebagaimana dalam surat al-Ankabut, 29: 2-3 disebutkan "Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja setelah mengatakan "kami beriman" lalu tidak diuji?.  Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelumnya, maka akan diketahui siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang berdusta". Harus…
Read More
Jihad, Bagaimana Seharusnya?

Jihad, Bagaimana Seharusnya?

Umum
Dalam konteks sosial masyarakat kita saat ini jihad yang kita butuhkan bukanlah jihad mengangkat senjata, tetapi adalah suatu tindakan nyata yang mengacu pada sektor prioritas yang perlu pembenahan lebih lanjut. Sehingga perlu adanya ta’rif yang jelas tentang jihad dalam pengertiannya yang utuh, yaitu: بَذْلُ مَاعِنْدَهُ وَمَا فِى وُسْعِهِ لِنَيْلِ مَا عِنْدَ رَبِّهِ مِنْ جَزِيْلِ ثَوَابِ وَالنَّجَاةِ مِنْ اَلِيْمِ عِقَابِهِ "Mengecilkan arti segala sesuatu yang dimilikinya demi mendapatkan keridhaannya, mendapatkan pahala serta keselamatan dari Siksa-Nya." Pengertian jihad ini lebih komprehensif, karena yang dituju adalah mengorbankan segala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, atapun jiwa kita untuk mencapai keridhaan dari Allah; terutama jihad melawan diri kita sendiri yang disebut sebagai Jihadul Akbar, jihad yang paling besar. Dengan demikian, jihad akan terus hidup di dalam jiwa ummat Islam baik dalam kondisi peperangan…
Read More
Pilkada dan Poster Raksasa

Pilkada dan Poster Raksasa

Umum
Beberapa bulan lagi akan dihelat pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak. Gaungnya sudah terdengar riuh sejak sekarang. Kalau mau cermat, sekitar 8 bulan lagi. Tentu saja setiap calon kepala daerah sudah mempersiapkan strategi matang untuk memenangkan pilkada kali ini. Sedangkan rakyat, juga bergelora penuh senyuman. Di antara kabar ekonomi yang semakin tidak bergairah, kabar pilkada adalah selingan yang menyejukkan. Bagaimana tidak, roda perekonomian otomatis akan tergenjot lumayan cepat. Anda jangan berburuk sangka bahwa pilkada identik dengan money politic. Tidak bisa, itu namanya suudzon. Orang barat menyebutnya negative thinking. Bagi saya, pilkada identik dengan poster megah nan raksasa di jalanan. Itu sudah cukup untuk menggerakkan perekonomian. Kenapa? Para calon kepala daerah tentu ingin menaikkan elektabilitasnya di hadapan masyarakat. Mereka harus dikenal. Caranya dengan memasang poster dan spanduk sebanyak mungkin. Sehingga kemungkinan…
Read More