Historiografi dan Rekonstruksi Jati Diri Bangsa

Historiografi dan Rekonstruksi Jati Diri Bangsa

Sejarah
Pendahuluan Sejarah tentu mempunyai nilai yang sangat tinggi bagi sebuah bangsa. Segala peristiwa di masa lalu dapat diceritakan kembali dengan pendekatan dan metode yang berbeda, sesuai dengan kemampuan para sejarawan untuk mengaitkannya dengan topik tertentu. Akan tetapi, sejarah kerapkali tidak dilirik kembali dan dianggap barang usang, terutama bagi generasi millenial. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Masduki Baidlawi mengkhawatirkan terjadinya pendangkalan nilai-nilai kebangsaan pada generasi millenial mengingat sebagian besar mereka hanya melihat sesuatu hanya dari permukaan. Mereka enggah membaca informasi secara mendalam, padahal masalah kebangsaan merupakan masalah yang rumit.[1] Beliau menyayangkan sikap dan kemauan generasi millenial yang tidak mau mendalami sejarah kebangsaan secara detail, melainkan hanya permukaan saja. Dalam hal ini, kaitan antara sejarah, bangsa, dan generasi millenial menjadi acuan yang menarik, terutama bagaimana permasalahan hubungan antara bangsa, negara, dan agama…
Read More
Maulid Nabi: Perspektif, Sejarah, dan Peneguh Nasionalisme

Maulid Nabi: Perspektif, Sejarah, dan Peneguh Nasionalisme

Sejarah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Sudah menjadi tradisi yang mengakar, setiap memasukin bulan ke 3 dalam penanggalan hijriah umat muslim Indonesia khususnya dan umat muslim dunia pada umumnya akan berbondong-bondong menyibukkan diri untuk menyiapkan momentum perayaan bulan kelahiran Nabi Muhammad. Walaupun secara historis ada beberapa perbedaan pendapat kapan tepatnya kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw. Namun, mayoritas Ulama telah bersepakat bahwa tanggal 12 Rabiu’ul awal atau tepat pada tanggal 20 april tahun 571 M adalah bulan dimana makhluk paling mulia ini dilahirkan. Tradisi perayaan maulid setiap daerah memiliki sebutan tersendiri dalam perayaannya. ada yang menyebut maulid, ada yang menyebut maulud, muludan, mevlud dan lain-lain. Namun tetap memiliki inti yang sama, yaitu memperingati hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw. Tidak hanya dari segi penamaan saja yang memiliki perbedaan, dalam perayaannya pun demikian.…
Read More
MELAWAN HOAX DI MUSIM KAMPANYE: Konsep Falsifikasi Popper dan Manusia Ruang EMHA

MELAWAN HOAX DI MUSIM KAMPANYE: Konsep Falsifikasi Popper dan Manusia Ruang EMHA

Sejarah
Perkembangan teknologi digital memberi konsekuensi dari melimpah ruahnya informasi yang kita terima. Bukan mustahil dalam derasnya arus informasi, melalui media digital khususnya, seiring difusi pesan (teks, gambar, video dan sebagainya) mengakibatkan apa yang kemudian disebut sebagai polusi informasi. Kita tidak lagi mampu dengan mudah membedakan mana informasi yang valid (benar sesuai fakta) dan sebaliknya. Celakanya, bagi kalangan awam seringkali berita yang diterima dikonsumsi begitu saja. Seolah berita tersebut menggambarkan fakta yang terjadi di lapangan. Tanpa melakukan verifikasi, cek dan ricek – (dalam bahasa agama disebut tabayyun). Memang benar, tengara yang disampaikan oleh Nicholas Carr dalam bukunya The Shallow, bahwa internet mengakibatkan pendangkalan berpikir. Hal itu tampak dengan semakin mudahnya kita membagikan berita yang kita terima seolah itu pasti sebuah kebenaran padahal bisa jadi itu adalah hoax. Seandainya false information (informasi…
Read More
Jejak-Jejak Khawarij: Sejarah Pertama Pemberontakan dalam Islam dan Eksistensinya di Era Modern

Jejak-Jejak Khawarij: Sejarah Pertama Pemberontakan dalam Islam dan Eksistensinya di Era Modern

Sejarah, Tauhid
Bibit-bibit Khawarij Pada Masa Rasulullah SAW Konflik internal dalam tubuh Islam mulai tampak nyata setelah beberapa saat ketika Rasulullah SAW mangkat. Berdasarkan kesepakatan para pakar, motif utama terjadinya perpecahan di kalangan umat Islam salah satunya adalah berangkat dari masalah politik, yaitu soal khilafah atau suksesi kepemimpinan pasca wafatnya Rasulullah SAW. Perselisihan dalam soal kepemimpinan ini bermula karena tidak adanya nash (teks) secara baku dan definitif, baik itu di dalam Al-Qur’an maupun dalam Al-Hadits siapakah calon yang akan menjadi pengganti beliau sebagai pemimpin umat Islam pasca Rasulullah SAW wafat. Kendati demikian, hal ini juga dapat dijadikan sebagai bukti bahwa perihal pemilihan kepemimpinan negara diserahkan kepada umat Islam secara keseluruhan. [1] Walaupun adanya konflik internal belum terlalu nampak pada masa Rasulullah SAW, tetapi pada masa itu sudah mulai ada bibit-bibit pembangkangan terhadap…
Read More
Cara Rasulullah Menggunakan Wewangian

Cara Rasulullah Menggunakan Wewangian

Sejarah
Rasulullah saw mencintai wewangian dan memakainya. Simak bagaimana hadits-hadits berikut ini diriwayatkan: Anas ibnu Malik ra meriwayatkan: Rasulullah saw memiliki sebotol minyak wangi yang dengannya beliau mengharumkan diri.  (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Sa’id) Tsumamah ibnu Abdillah meriwayatkan: Anas ibnu Malik tidak pernah menolak pemberian minyak wangi. Ia berkata, “Sungguh, Rasulullah saw tidak pernah menolak pemberian minyak wangi.” (HR at-Tirmidzi, Bukhari, Nasa’I, dan Ahmad) Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga (pemberian) yang tidak boleh ditolak, yaitu bantal, minyak wangi, dan susu.” (HR at-Tirmidzi, Abu Syaikh, dan Baghawi) Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Wewangian bagi laki-laki adalah wewangian yang aromanya keras dan warnanya tidak tampak. Sedangkan wewangian bagi perempuan adalah wewangian yang warnanya tampak dan aromanya tidak menyengat.” (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’I,…
Read More
Cara Rasulullah Berbicara

Cara Rasulullah Berbicara

Sejarah
Bagaimana sikap dan perangai Rasulullah saw ketika berbicara? Mari kita lihat beberapa hadits berikut ini: Aisyah ra meriwayatkan: Rasulullah saw. tidak pernah berbicara seperti cara kalian berbicara yang sangat cepat ini. Beliau selalu berbicara denganyang jelas dan rinci sehingga orang-orang yang duduk bersama beliau dapat menghapalnya. (HR Tirmidzi, Ahmad, Abu Dawud, dan Abu Syaikh) Anas ibnu Malik ra meriwayatkan: Rasulullah saw mengulangi perkataan beliau sebanyak tiga kali agar bisa dipahami (oleh pendengarnya). (HR at-Tirmidzi dan Hakim) Hasan ibnu Ali ra meriwayatkan: Saya pernah bertanya kepada pamanku, Hindun ibnu Abi Halah, yang sangat pandai menggambarkan sesuatu. Saya katakan kepadanya, “Gambarkanlah kepadaku bagaimana cara Rasulullah berbicara!” Ia berkata, “Rasulullah adalah seorang yang tampak selalu prihatin dan senantiasa berpikir. Beliau lebih banyak diam dan berbicara seperlunya. Beliau memulai dan mengakhiri pembicaraan beliau dengan…
Read More
Bagaimana Serban Rasulullah SAW?

Bagaimana Serban Rasulullah SAW?

Sejarah
Dalam kitab Syamail Muhammadiyah yang ditulis oleh Imam Tirmidzi, berikut ini adalah keterangan-keterangan mengenai serban Rasulullah saw.: Jabir ra meriwayatkan, “Pada peristiwa Fathu Makkah, Rasulullah masuk ke kota Mekah dengan mengenakan serban hitam di kepala beliau.” (HR at-Tirmidzi, Muslim, Abu Dawud, Nasa’I, Darimi, Ahmad, dan Abu Syaikh) Amr bin Harits ra meriwayatkan, “Sungguh, Rasulullah saw. pernah berkhotbah di hadapan orang-orang dengan mengenakan serban hitam di kepala beliau.” (HR at-Tirmidzi, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad) Ibnu Umar ra meriwayatkan, “Ketika Rasulullah saw. mengenakan serban, beliau menjulurkan serban itu di antara kedua pundak beliau.” (HR at-Tirmidzi dan Abu Syaikh) Ibnu Abbas ra meriwayatkan, “Sungguh, Rasulullah saw. pernah berkhotbah di hadapan orang-orang dengan mengenakan serban hitam di kepala beliau.” (HR at-Tirmidzi dan Ahmad). Dari keterangan tersebut, tergambarlah bahwa serban beliau…
Read More
Historiografi Nusantara

Historiografi Nusantara

Sejarah
Historiografi: perbincangan dalam penulisan sejarah Ilmu historiografi: pengetahuan sistematis tentang penulisan sejarah Ajengan Haji Mustapa Ajengan Haji Mustapa, menulis sejarah Islam di Indonesia tentang sejarah etnografis selama berada di Aceh 1893-1895, situasi politik masa perang kolonial dari sudut pandang pesantren Menulis sejarah dan tradisi masyarakat Sunda Bukan takhayul, melainkan dilihat dari fungsi pedagogisnya: pendidikan moral, bukan kebenaran inderawi Dilarang duduk di pintu: mengajarkan untuk hormat kepada orang yang lewat Tidak boleh menduduki bantal: ajaran moral untuk menghargai tempat kepala bersandar waktu tidur Iringan pengantin melempar duit atau beras, bukan mubadzir, karena kata Ajengan, uang yang dilempar pasti ada yang memungut, beras yang dihamburkan itu pasti ada ayam yang memakannya Slametan ngaruwat hulu wotan: slametan yang dilaksanakan karena kekurangan air, sehingga mengali pari atau danau, maka diadakan slametan: untuk mengundang orang…
Read More
Beberapa Fakta Budaya dan Pengaruhnya Terhadap Islam

Beberapa Fakta Budaya dan Pengaruhnya Terhadap Islam

Sejarah
Masa Awal Islam mulai bersentuhan dengan budaya Yahudi dan Nasrani sejak jaman Rasulullah SAW di Madinah, Yaman, dan Najran Juga dengan kebudayaan Persia sejak Salman al-Farisi masuk Islam Pada masa kekhalifahan Umar, irak dan iran dikuasai, keduanya pusat kebudayaan Persia Bersentuhan dengan Yunani dan Romawi di Syria, Palestina, Mesir (Alexandria) Masa Khulafa’ Rasyidin Pada masa khulafa rasyidin, kebudayaan Arab masih dominan Demi menjaga superioritas budaya Arab, para khalifah tidak menggunakan sistem atau peraturan yang berasal dari budaya lain, kecuali sedikit hal Salah satunya adalah penggunaan sistem kesekretariatan negara yang diadopsi dari budaya Persia Masa Bani Umayah Mulai mengadopsi budaya lain Membangun kantor pos, sistem organisasi militer (membagi pasukan ke dalam lima batalyon) Kaum muslim tertarik mempelajari ilmu kedokteran dan ilmu kimia yang berasal dari Yunani Khalid bin Yazid bin Muawiyah…
Read More
Tak Terima Dituduh Makan Ular, Ulama Ini Menulis Kitab Perihal Belut Hingga Tuntas!

Tak Terima Dituduh Makan Ular, Ulama Ini Menulis Kitab Perihal Belut Hingga Tuntas!

Sejarah
Karena dianggap memakan hewan seperti ular, komunitas warga yang berasal Nusantara di Mekkah dihina. Mereka diejek karena memakan ular, padahal ular hukumnya haram. Tak terima, seorang ulama asal Nusantara menulis sebuah kitab yang menjelaskan perihal tentang belut, bukan ular yang selama ini mereka tuduhkan. Kitab tersebut berjudul al-Showa’iq al-Muhriqoh lil Awham al-Kadzibah fi Bayani Hill al-Belut wa al-Radd ‘ala Man Harramahu ( yang berarti “Halilintar yang Membakar Prasangka Dusta, Kitab yang Menerangkan Kehalalan Belut dan Bantahan Terhadap Pihak yang Mengharamkannya). Kitab ini ditulis oleh Syeikh Mukhtar ibn ‘Atharid al-Bughuri al-Jawi tsumma al-Makki (w. 1349 H/ 1930 M). Kitab ini ditulis dalam Bahasa Arab dan memiliki latar belakang yang unik. Di akhir abad ke-19 M, jagat Makkah sempat digegerkan dengan ejekan dan pandangan miring dari sebagian masyarakat Makkah terhadap komunitas warga…
Read More
Yerusalem: Perebutan Abadi di Atas Tanah Suci

Yerusalem: Perebutan Abadi di Atas Tanah Suci

Sejarah
Suhu sosial-politik di tanah Palestina kembali memanas. Sumbu pemantiknya berasal dari ‘ulah’ seorang Donald John Trump, pemimpin ke-45 negara berjuluk Paman Sam. Keputusan Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan Kedutaan Besar negara adikuasa dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu ketegangan, yang dalam beberapa waktu sebelumnya, konflik Israel-Palestina sedikit meredam. Kehadiran Arab Spring yang menyapa beberapa negara di kawasan Timur Tengah juga mampu melupakan sejenak konflik yang belum benar-benar berakhir di bumi bernilai historis tinggi bagi pemeluk agama-agama samawi; Yahudi, Nasrani, dan Islam. Lebih dari itu, Yerusalem yang ditetapkan menjadi kawasan ber”status quo” di bawah pengawasan PBB, diakui sepihak oleh Trump menjadi ibukota Israel (6/12/2017). Tentu saja pernyataan tersebut sama dengan menabuh genderang perang dan seakan menandai konflik kawasan tersebut akan berlanjut ke babak-babak baru. Pastinya, Trump tahu resiko yang akan dihadapi…
Read More
Ternyata Ini Alasan Imam Syafii Pindah ke Mesir. Begini Penjelasan Para Ulama

Ternyata Ini Alasan Imam Syafii Pindah ke Mesir. Begini Penjelasan Para Ulama

Sejarah
Imam Syafii pernah di Madinah untuk mengambil ilmu ke Imam Malik. Beliau pernah juga bekerja untuk pegawai pemerintah Najran di Yaman. Sedangkan di Baghdad, Irak, Imam Syafii belajar kepada banyak ulama fiqih bercorak ahlu ro’yi. Nah, keputusan beliau ke Mesir ternyata sangat mengejutkan banyak pihak. Para ulama berbeda pendapat mengenai sebab yang mendorong Imam Syafii untuk menetap di Mesir. Pertama. Menurut Yaqut, “Asy Syafii datang ke Mesir pada tahun 199 H, pada masa kekhilafahan al-Makmun, karena permintaan al-Abbas bin Abdullah bin al-Abbas bin Musa bin Abdullah bin al-Abbas. Pada saat itu, al-Abbas menjabat sebagai gubernur Mesir mengantikan kedudukan ayahnya. Menurut pendapat ini, sebab yang mendorong Asy Syafii pindah ke Mesir adalah untuk menemani sang gubernur. Namun demikian, hal ini bukan penyebab utama, karena tujuan Asy Syafii datang ke Mesir bukan…
Read More
Cinta dan Hati yang Terluka

Cinta dan Hati yang Terluka

Sejarah
Banyak peristiwa-peristiwa kecil yang melatarbelakangi peristiwa besar. Kalau tak mempelajari sejarah, tentu tidak akan mendapatkan benang merahnya. Apalagi kisah-kisah tersebut kadang disembunyikan, disimpan rapat-rapat dalam kotak sejarah, dan dimodifikasi agar tersamar dari aslinya. Tapi tetap saja sejarah lambat laun akan membuktikannya di hadapan banyak orang. Seperti misalnya tentang pembantaian keji Husein cucu Rasulullah. Peristiwa yang paling menyedihkan sepanjang sejarah Islam itu dilakukan oleh Yazid bin Muawiyah. Tatkala kepala Husein dipisahkan dari badannya, lantas diarak keliling kota, hampir setiap orang menangisinya. Sebegitu dendamnya Yazid kepada Husein. Apa penyebabnya? Banyak sejarah yang mengulas dari sisi kekuasaan, bahwa Husein menghalang-halangi Yazid berkuasa. Akan tetapi, itu bisa jadi puncaknya alias hilir atau akibat. Bisa jadi, ada rentetan peristiwa lain yang menjadi pemicu dan menjadi bom waktu yang tinggal menunggu untuk meledak. Seperti diketahui, Yazid…
Read More
Ibrah Haditsul Ifki

Ibrah Haditsul Ifki

Sejarah
Ketika kita menyebarkan sebuah informasi yang belum nyata nilai kebenarannya, maka berhati-hatilah. Bisa jadi informasi yang kita sebar berbanding terbalik 360 derajat dari realita. Sesuatu yang belum tentu benar, lalu disampaikan kepada seseorang, seseorang tersebut bercerita kepada orang lain, dan orang lain tadi menyebarkan lagi, begitu terus dan berkelanjutan entah sampai mana ujungnya. Bahkan bisa jadi tak memiliki ujung. Secara tak langsung kita telah terjebak dalam situasi yang dapat melahirkan dosa, inilah yang disebut dengan dosa kolektif. Kanjeng Nabi pernah mendapatkan cobaan demikian. Namun tuduhan tidak langsung ditujukan kepada beliau, tetapi kepeda istri termudanya yang dijuluki "humaira" oleh beliau, yaitu Sayyidah Aisyah. Salah satu istri nabi yang juga sebagai perawi hadits terbanyak dari kalangan kaum mukminin wanita. Humaira adalah panggilan sayang baginda Nabi kepada Sayyidah Aisyah. Panggilan tersebut juga menunjukkan…
Read More
Kitab Bidayah Al-Mubtadi Wa Umdah Al-Awladi Karangan Syeikh Saleh Rawa

Kitab Bidayah Al-Mubtadi Wa Umdah Al-Awladi Karangan Syeikh Saleh Rawa

Sejarah
Nama lengkap Syeikh Saleh Rawa adalah Muhammad Shalih Rawah ibn Muhammad Murid al-Khalwati al-Sammani al-Rawi al-Jawi. Dilahirkan di Kampung Roa (Rawa, Sumatera Barat/ Minangkabau). Setelah beberapa tahun di tanah kelahirannya, beliau kemudian pergi ke Mekkah dan bermujawarah di sana. Di sanalah beliau belajar kepada Syeikh Daud Pattani, Syeikh Abdul Shamad Palembang, dan Syeikh Arsyad Banjar. Beliau juga belajar kepada Syeikh Ahmad al-Marzuqi al-Dharir al-Makki dan Syeikh Utsman al-Dimyathi al-Makki. Setelah belajar cukup lama, akhirnya beliau mendapatkan ijazah untuk mengajar di Masjidil Haram. Menurut A. Ginanjar Sya’ban dalam bukunya, Mahakarya Islam Nusantara: Kitab, Naskah, Manuskrip dan Korespondensi Ulama Nusantara, Syeikh Saleh Rawa tidak banyak diketahui pleh para pengkaji sejarah keislaman di Nusantara beserta literaturnya. Padahal, beliau adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah dan jaringan intelektual ulama Nusantara -  Timur Tengah…
Read More

HOAX; DARI ZAMAN AWAL SAMPAI ERA DIGITAL

Sejarah
Di era globalisasi seperti saat ini, informasi merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap umat manusia. Hal ini disebabkan karena tanpa informasi, manusia akan tertinggal dalam segala hal. Kalau kita mau menelisik lebih jauh, sebenarnya informasi bukan saja dibutuhkan oleh manusia pada zaman modern seperti saat ini, tetapi informasi sudah dibutuhkan sejak manusia pertama tercipta. Hal ini disebabkan, antara lain, oleh adanya rasa ingin tahu yang kuat (curiosity) yang ada pada diri setiap individu. Prof. Dr. Quraish Shihab di dalam bukunya yang berjudul “Lentera Al Qur’an; Kisah dan Hikmah Kehidupan”  menjelaskan bahwa Nabi Adam A.S terperdaya oleh rayuan Iblis pun melalui naluri ingin tahunya: Hai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon kekekalan dan kekuasaan abadi? (QS. Thaha: 120). Informasi iblis ini ternyata bukan hanya salah, tetapi juga sekaligus menyesatkan. Dari…
Read More