Benarkah Tasawuf Penyebab Kemunduran Umat Islam?

Benarkah Tasawuf Penyebab Kemunduran Umat Islam?

Tasawuf
Pertanyaan ini kerapkali muncul dalam pembahasan sejarah umat Islam, terutama di era kemunduran. Akan tetapi, sesungguhnya pertanyaan ini harus dianalisa sebaik mungkin tanpa menghilangkan faktor dan variabel di sekitar peristiwa tersebut. Terlalu cepat mengambil sebuah kesimpulan tanpa berhasil mengaitkan benang merah dalam peristiwa sejarah, tentu akan menimbulkan salah persepsi terhadap sebuah peristiwa. Padahal, kaum sufi telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam rangka penyebaran Islam ke seluruh dunia, juga dalam jihad dan menjaga perbatasan negara Islam dari serangan pihak luar. Tapi, dari waktu ke waktu tidak jarang didengar, pandangan yang mengatakan tasawuf penyebab utama kemunduran umat Islam. Kalau mau jujur, sesungguhnya sangat sulit membuktikan pernyataan tersebut dari kaca mata sejarah. Dalam buku Khazanah Aswaja (hal. 299) disebutkan, dalam sejarah kekalahan kaum muslimin yang diklaim sebagai implikasi dari kemunduran umat Islam,…
Read More
RAJA DAN MADU

RAJA DAN MADU

Tasawuf
Gara gara berdiskusi dengan seorang teman tentang madu, jadi ingat kisah yang pernah saya baca pada buku Lentera Al Qur’an *) Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Diceritakan, pada suatu ketika ada seorang raja yang ingin menguji kesadaran warga kotanya. Raja tersebut memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendok madu untuk dituangkan di sebuah bejana yang disediakan di puncak bukit di tengah kota. Seluruh warga kota pun memahami dan mengerti perintah tersebut dan mereka bersedia untuk melaksankannya. Tetapi, dalam pikiran salah seorang warga (sebut saja si Alex) terlintas suatu cara untuk mengelak dari perintah tersebut. Dalam benaknya, dia berkata: “aku akan membawa sesendok penuh, tapi bukan madu. Aku akan membawa air.…
Read More
Ramadhan Momentum Membangkitkan Kesadaran Rohani

Ramadhan Momentum Membangkitkan Kesadaran Rohani

Tasawuf
Setiap orang pasti merindukan dan gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, siapa pun dia. Dari importir kurma hingga penjual dawet, mereka berharap omset penjualannya melejit di bulan mulia ini. Bukan hanya kaum muslim yang menginginkan keuntungan ini, non-muslim pun turut berlomba untuk mendapatkan keberkahan Ramadhan. Tentunya hal ini sah-sah saja bagi saudagar-saudagar muslim, asalkan ... (Lanjutannya Anda lebih tahu dari saya) Sebagai roh yang terjebak di dalam dunia materi, tentu pola pikir kita akan bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat materi. Keuntungan materi pun menjadi salah satu prioritas. Ditambah lagi dengan keberadaan nafs yang selalu mengajak kita kepada kesenangan-kesenangan semu. Jika dibiarkan terus menerus, maka tidak akan ada habisnya dan esensi kita akan lenyap terkubur di dalam dunia materi ini. Ramadhan adalah momentum untuk membangkitkan kesadaran rohani kita dan mendidik nafs supaya…
Read More
Diidolakan Namun Terabaikan

Diidolakan Namun Terabaikan

Tasawuf
Rasulullah adalah sosok yang tak pernah habis perangainya untuk ditiru oleh umat manusia. Akhlak dan budi beliau yang mengagumkan tidak hanya membuat umat Islam menjadikan beliau sebagai idola, namun juga dari kalangan yang bahkan dengan terang-terangan menyuarakan untuk memusuhinya. Di sinilah kita akan melihat kontradiksi antara hati sebelah kanan dan kiri. Di sisi lain orang yang memusuhi tetap keukeh dalam sikapnya, namun di sisi berbeda, dia juga mengagumi sosok ini dalam diam. Sungguh nalar yang tak bisa dinalar. Dalam kurun waktu kurang lebih 23 tahun, ajaran suci yang dibawa beliau sudah berhasil mewarnai kota yang dulu pernah memiliki sejarah kelam dalam kejahilan. Berkat kepiawaian Rasulullah dalam menyajikan ajaran baru (Islam) ini, kota tersebut kini menjadi kota yang mulia dan menjadi destinasi ibadah umat Islam dari seluruh pelosok dunia untuk melengkapi…
Read More