Larangan Melaknat dalam Islam

Tasawuf, Tauhid
Melaknat yaitu mendoakan orang lain agar dijauhkan dari rahmat Allah swt. Dalam kitab Maraqi Ubudiyah karya Syeikh Nawawi Banten, sebuah kitab syarh (penjelasan) dari kitab Bidayah Hidayah karya Imam Ghazali, disebutkan larangan menggunakan lisan untuk melaknat. Meskipun, dalam era teknologi informasi saat ini, bukan hanya terbatas pada lisan, tapi juga tulisan. Disebutkan: jangan melaknat ciptaan Allah, entah itu terhadap hewan, makanan, tumbuhan, dan manusia meskipun ia kafir. Misalnya, kamu berkata, “Semoga Allah swt melaknat si Fulan karena orang Yahudi.” Sebab, hal ini sangat berbahaya karena bisa jadi ia mendapat hidayah lalu masuk Islam, kemudian mati, dan di akhirat kelak termasuk orang-orang yang didekatkan di sisi-Nya. Adapun melaknat tanpa menyebutkan nama seseorang, maka hal itu diperbolehkan seperti ungkapan, “Semoga Allah melaknat orang-orang zhalim, semoga Allah melaknat orang-orang kafir, semoga Allah melaknat…
Read More

TUJUAN DICIPTAKANNYA MANUSIA

Tasawuf
Kita semua sudah mafhum bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia ini bersifat fana. Begitu juga dengan kehidupan manusia, hanya sebentar saja. Sehingga ada ungkapan urip iku ibarat mampir ngombe, atau dalam bahasa Indonesia hidup itu hanya untuk singgah minum. Oleh karena hidup yang tidak lama tersebut, sudah seharusnya kita memperhatikan kembali tujuan diciptakannya manusia. Di dalam Al Qur’an Alloh SWT. berfirman: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56). Ayat di atas secar eksplisit menjelaskan bahwa tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, dan hanya menyembah kepada Allah SWT. Senada dengan ayat tersebut, di dalam ayat lain Alloh SWT. berfirman: الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ Dari ayat tersebut dapat…
Read More

Puasa Melatih Keikhlasan Seorang Hamba

Tasawuf
Puasa merupakan ibadah yang bersifat  individual. Artinya, hanya Alloh SWT dan orang itu sendiri yang tahu bahwa dia berpuasa atau tidak. Oleh karena itulah, puasa mengajarkan kepada seorang muslim untuk berbuat sesuatu ikhlas karena Allah. Ia hanya menginginkan penilaian Allah, bukan penilaian manusia. Hatinya senang dengan ibadah puasa yang ia lakukan meskipun orang disekelilingnya tidak mengetahuai bahwa ia sedang berpuasa. Keberhasilan puasa seseorang sangat bergantung kepada ikhlas atau  tidaknya dia dalam menjalankan ibadah puasa. Di dalam sebuah hadits Rosulullah SAW. bersabda مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika berbicara ikhlas dalam beribadah, maka diperlukan sikap kehati-hatian terhadap penyakit yang bisa menggrogoti…
Read More
Benarkah Tasawuf Penyebab Kemunduran Umat Islam?

Benarkah Tasawuf Penyebab Kemunduran Umat Islam?

Tasawuf
Pertanyaan ini kerapkali muncul dalam pembahasan sejarah umat Islam, terutama di era kemunduran. Akan tetapi, sesungguhnya pertanyaan ini harus dianalisa sebaik mungkin tanpa menghilangkan faktor dan variabel di sekitar peristiwa tersebut. Terlalu cepat mengambil sebuah kesimpulan tanpa berhasil mengaitkan benang merah dalam peristiwa sejarah, tentu akan menimbulkan salah persepsi terhadap sebuah peristiwa. Padahal, kaum sufi telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam rangka penyebaran Islam ke seluruh dunia, juga dalam jihad dan menjaga perbatasan negara Islam dari serangan pihak luar. Tapi, dari waktu ke waktu tidak jarang didengar, pandangan yang mengatakan tasawuf penyebab utama kemunduran umat Islam. Kalau mau jujur, sesungguhnya sangat sulit membuktikan pernyataan tersebut dari kaca mata sejarah. Dalam buku Khazanah Aswaja (hal. 299) disebutkan, dalam sejarah kekalahan kaum muslimin yang diklaim sebagai implikasi dari kemunduran umat Islam,…
Read More
RAJA DAN MADU

RAJA DAN MADU

Tasawuf
Gara gara berdiskusi dengan seorang teman tentang madu, jadi ingat kisah yang pernah saya baca pada buku Lentera Al Qur’an *) Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Diceritakan, pada suatu ketika ada seorang raja yang ingin menguji kesadaran warga kotanya. Raja tersebut memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendok madu untuk dituangkan di sebuah bejana yang disediakan di puncak bukit di tengah kota. Seluruh warga kota pun memahami dan mengerti perintah tersebut dan mereka bersedia untuk melaksankannya. Tetapi, dalam pikiran salah seorang warga (sebut saja si Alex) terlintas suatu cara untuk mengelak dari perintah tersebut. Dalam benaknya, dia berkata: “aku akan membawa sesendok penuh, tapi bukan madu. Aku akan membawa air.…
Read More
Ramadhan Momentum Membangkitkan Kesadaran Rohani

Ramadhan Momentum Membangkitkan Kesadaran Rohani

Tasawuf
Setiap orang pasti merindukan dan gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, siapa pun dia. Dari importir kurma hingga penjual dawet, mereka berharap omset penjualannya melejit di bulan mulia ini. Bukan hanya kaum muslim yang menginginkan keuntungan ini, non-muslim pun turut berlomba untuk mendapatkan keberkahan Ramadhan. Tentunya hal ini sah-sah saja bagi saudagar-saudagar muslim, asalkan ... (Lanjutannya Anda lebih tahu dari saya) Sebagai roh yang terjebak di dalam dunia materi, tentu pola pikir kita akan bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat materi. Keuntungan materi pun menjadi salah satu prioritas. Ditambah lagi dengan keberadaan nafs yang selalu mengajak kita kepada kesenangan-kesenangan semu. Jika dibiarkan terus menerus, maka tidak akan ada habisnya dan esensi kita akan lenyap terkubur di dalam dunia materi ini. Ramadhan adalah momentum untuk membangkitkan kesadaran rohani kita dan mendidik nafs supaya…
Read More
Diidolakan Namun Terabaikan

Diidolakan Namun Terabaikan

Tasawuf
Rasulullah adalah sosok yang tak pernah habis perangainya untuk ditiru oleh umat manusia. Akhlak dan budi beliau yang mengagumkan tidak hanya membuat umat Islam menjadikan beliau sebagai idola, namun juga dari kalangan yang bahkan dengan terang-terangan menyuarakan untuk memusuhinya. Di sinilah kita akan melihat kontradiksi antara hati sebelah kanan dan kiri. Di sisi lain orang yang memusuhi tetap keukeh dalam sikapnya, namun di sisi berbeda, dia juga mengagumi sosok ini dalam diam. Sungguh nalar yang tak bisa dinalar. Dalam kurun waktu kurang lebih 23 tahun, ajaran suci yang dibawa beliau sudah berhasil mewarnai kota yang dulu pernah memiliki sejarah kelam dalam kejahilan. Berkat kepiawaian Rasulullah dalam menyajikan ajaran baru (Islam) ini, kota tersebut kini menjadi kota yang mulia dan menjadi destinasi ibadah umat Islam dari seluruh pelosok dunia untuk melengkapi…
Read More