Larangan Melaknat dalam Islam

Tasawuf, Tauhid
Melaknat yaitu mendoakan orang lain agar dijauhkan dari rahmat Allah swt. Dalam kitab Maraqi Ubudiyah karya Syeikh Nawawi Banten, sebuah kitab syarh (penjelasan) dari kitab Bidayah Hidayah karya Imam Ghazali, disebutkan larangan menggunakan lisan untuk melaknat. Meskipun, dalam era teknologi informasi saat ini, bukan hanya terbatas pada lisan, tapi juga tulisan. Disebutkan: jangan melaknat ciptaan Allah, entah itu terhadap hewan, makanan, tumbuhan, dan manusia meskipun ia kafir. Misalnya, kamu berkata, “Semoga Allah swt melaknat si Fulan karena orang Yahudi.” Sebab, hal ini sangat berbahaya karena bisa jadi ia mendapat hidayah lalu masuk Islam, kemudian mati, dan di akhirat kelak termasuk orang-orang yang didekatkan di sisi-Nya. Adapun melaknat tanpa menyebutkan nama seseorang, maka hal itu diperbolehkan seperti ungkapan, “Semoga Allah melaknat orang-orang zhalim, semoga Allah melaknat orang-orang kafir, semoga Allah melaknat…
Read More

Ini Dia 10 Riwayat tentang Garis Keturunan Nabi Khidir

Sejarah, Tauhid
Ada beberapa riwayat berkaitan dengan garis keturunan Nabi Khidir. Pertama. Pendapat yang mengatakan bahwa Khidir adalah putra nabi Adam as, yang tercipta dari tulang sulbinya. Pendapat ini diriwayatkan oleh Daruquthni dalam kitab al-Afrad dari jalur Rawwad bin Jarah. Ia memperoleh kisah ini dari Muqatil bin Sulaiman, dari adh-Dhahhak, yang bersumber dari  Ibnu Abbas ra. Rawwad adalah perawi yang lemah (dhaif), Muqatil perawi yang ditinggalkan (matruk), sedangkan adh-Dhahhak tidak pernah mendengar hadis ini dari Ibnu Abbas ra. Kedua. Pendapat yang menyatakan, Khidir adalah anak dari Qabil, putra nabi Adam. Pernyataan ini dikatakan oleh Abu Hatim as-Sijistani dalam kitab al-Muammarin. Ia mengatakan, “Kami mendapatkan kisah ini dari guru-guru kami, salah satunya Abu Ubaidah.” Kemudian Abu Hatim menyebutkan riwayat yang menyatakan bahwa Khidir adalah putra Qabil. Riwayat ini mu’dhal, hadis mu’dhal yaitu para…
Read More

Manusia Bertakwa Bukanlah Manusia Ompong

Tauhid
Pada suatu ketika, Rasulullah SAW memerintahkan kepada Bani Bayadhah agar mereka mengawinkan salah satu perempuan dari suku mereka dengan Abu Hindun. Akan tetapi, mereka menolak, sembari berkata,”Apakah kami akan mengawinkan anak-anak perempuan kami dengan para budak?” Lantas turunlah ayat ke-13 dari Surat al-Hujurat, bahwasannya  Allah SWT berfirman, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Ayat tersebut sudah sangat masyhur bagi kita, bahkan mungkin sebagian besar dari kita telah menghapalnya. Akan tetapi, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mungkin tidaklah semudah yang dibayangkan. Ayat itu berkenaan dengan toleransi di tengah keragaman makhluk. Keragamaan…
Read More

Hidayah dan Dholalah (Petunjuk dan Penyesatan)

Tauhid
Kaidah }Allah menyesatkan siapapun yang dikehendaki dan menunjukkan siapapun yang dikehendaki }Makna: Allah menciptakan penyesatan dan petunjuk sekaligus, karena Allah Maha Mencipta }Mengapa harus dikaitkan dengan masyi-ah (siapapun yang dikehendaki)? } adalah sebagai penanda bahwa hidayah itu bukan berarti sebagai penjelasan jalan yang benar, karena penjelasan jalan yang benar itu umum dan hak setiap manusia }Menyesatkan di sini juga dengan kehendak Allah, karena bukan berarti bahwa setiap manusia yang lahir dalam keadaan tersesat atau disebut tersesat (mis: setiap manusia yang baru lahir adalah tersesat), karena jika demikian, maka tidak berarti apa-apa bila dikaitkan dengan masyiah (kehendak) Allah }Seringkali hidayah disandarkan kepada Nabi dan Quran, itu tidak lain sebagai kiasan sebagai salah satu jalan penyebab diberi petunjuk }Sebagaimana penyesatan disandarkan kepada syetan sebagai kiasan, sebagaimana pula disandarkan kepada berhala. }Hidayah: petunjuk…
Read More

Kenabian Menurut Syiah Imamiyah

Tauhid
Kelompok Mu’tazilah dan Syiah menegaskan pentingnya pengutusan rasul dan mereka berkata bahwa pengutusan rasul merupakan hal yang wajib bagi Allah SWT. Bantahan: Perkataan ini bertentangan dengan sifat ketuhanan yaitu Yang Maha Mencipta, Yang Maha Mengatur segala sesuatu. Tidak cocok pula ketika Allah sebagai al-Hakim, Yang Maha Memutuskan segala perkara, yang mewajibkan sesuatu kepada hamba-Nya, untuk ditaati dan dipatuhi, dan tidak layak bagi hamba-Nya untuk mewajibkan Allah untuk berbuat sesuatu, meskipun kewajiban mengutus rasul. Perkataan ini dirasa menyematkan sifat kekurangan kepada Allah SWT, padahal Allah bersifat dengan segala kesempurnaan dan terbebas dari segala kekurangan. Sesungguhnya pengutusan rasul adalah nikmat dari Allah kepada hamba-Nya, maka Ia berhak memilih siapapun di antara hamba-Nya untuk membawa beban kerasulan dan Ia memerintahkannya untuk menyampaikan wahyu kepada manusia. Jika pengutusan rasul itu kewajiban Allah, maka bertentangan…
Read More

Allah Tidak Diwajibkan Atas Sesuatu Apapun

Tauhid
Justru Allah swt yang memberi taklif (pembebanan) kepada manusia Berupa perintah dan larangan Terbaik bagi hamba-Nya menurut Allah belum tentu sama dengan terbaik menurut hamba-Nya Ketika berdoa, kita memohon yang terbaik menurut kita atau menurut Allah? Baik buruk siapa yang menciptakan? Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka Dia tidak akan menciptakan seorang kafir yang miskin: disiksa di dunia, disiksa pula di akhirat Tapi kita temukan di dunia ini ada orang kafir dan juga miskin   Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka kita tidak usah bersyukur atas segala pemberian dan nikmat-Nya, karena itu sudah kewajiban Allah Tapi Islam sendiri menganjurkan hamba-Nya untuk bersyukur atas segala pemberian Allah   Jika Allah harus berbuat yang terbaik bagi hamba-Nya, maka kebaikan yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw tidaklah…
Read More
Metode Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis

Metode Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis

Tauhid, Umum
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Hadirnya berbagai macam metode pendidikan yang terus berkembang pesat hingga saat ini adalah sebagai upaya mencapai tujuan pendidikan dengan cepat, tepat dan akurat. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Allah Swt telah memberikan nikmat yang amat besar kepada manusia berupa kitab suci Alquran dan Hadis   yang di dalamnya berisikan nilai-nilai pendidikan bagi kehidupan umat manusia. Muzayyin Arifin berpendapat bahwa, agama Islam yang diwahyukan kepada Rasulullah Saw mengandung implikasi kependidikan yang bertujuan untuk menjadi rahmat untuk alam semesta.[1]  Hal tersebut karena terdapatnya nilai-nilai dan norma-norma kewahyuan bagi kepentingan hidup manusia yang menjadi aktual dan fungsional bila diinternalisasikan ke dalam pribadi melalui proses pendidikan yang konsisten dan terarah kepada tujuan. Rasulullah Saw sejak awal telah memberikan contoh dalam pengimplementasian metode pendidikan yang tepat terhadap…
Read More
Jejak-Jejak Khawarij: Sejarah Pertama Pemberontakan dalam Islam dan Eksistensinya di Era Modern

Jejak-Jejak Khawarij: Sejarah Pertama Pemberontakan dalam Islam dan Eksistensinya di Era Modern

Sejarah, Tauhid
Bibit-bibit Khawarij Pada Masa Rasulullah SAW Konflik internal dalam tubuh Islam mulai tampak nyata setelah beberapa saat ketika Rasulullah SAW mangkat. Berdasarkan kesepakatan para pakar, motif utama terjadinya perpecahan di kalangan umat Islam salah satunya adalah berangkat dari masalah politik, yaitu soal khilafah atau suksesi kepemimpinan pasca wafatnya Rasulullah SAW. Perselisihan dalam soal kepemimpinan ini bermula karena tidak adanya nash (teks) secara baku dan definitif, baik itu di dalam Al-Qur’an maupun dalam Al-Hadits siapakah calon yang akan menjadi pengganti beliau sebagai pemimpin umat Islam pasca Rasulullah SAW wafat. Kendati demikian, hal ini juga dapat dijadikan sebagai bukti bahwa perihal pemilihan kepemimpinan negara diserahkan kepada umat Islam secara keseluruhan. [1] Walaupun adanya konflik internal belum terlalu nampak pada masa Rasulullah SAW, tetapi pada masa itu sudah mulai ada bibit-bibit pembangkangan terhadap…
Read More
Siapa Suami Bagi Wanita Yang Meninggal dan Belum Menikah di Akhirat Kelak?

Siapa Suami Bagi Wanita Yang Meninggal dan Belum Menikah di Akhirat Kelak?

Tauhid
Kenikmatan surga digambarkan dengan “tidak ada mata yang pernah melihatnya, tidak ada telinga yang pernah mendengarnya, dan tidak pernah terbesit di hati manusia”. Setiap yang diinginkan manusia di dalam surga akan terjadi seketika tanpa ditunda waktunya. Allah berfirman: فلا تعلم نفس ما أخفي لهم من قرة أعين جزاء بما كانوا يعملون “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu [bermacam-macam ni’mat] yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS As-Sajadah: 17) Diantara kenikmatan surga adalah hubungan suami istri yang diisyaratkan oleh al-Quran di dalam firman Allah Ta’ala: “demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (QS Ad-Dukhon: 54) “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka [penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka] dan tidak pula oleh…
Read More
Bulan Syaban: Bulan Bershalawat Kepada Nabi SAW

Bulan Syaban: Bulan Bershalawat Kepada Nabi SAW

Tauhid
Di antara keistimewaan bulan Syaban adalah pada bulan tersebut diturunkan ayat shalawat dan salam atas Rasulullah saw. yaitu ayat yang berbunyi: إنّ الله و ملائكته يصلوم على النبي يا أيها الذين امنوا صلوا عليه و سلموا تسليما “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” Imam Ibnu Shaif al-Yamani menyebutkan bahwasanya  bulan Syaban adalah bulan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, dikarenakan ayat di atas turun pada bulan Syaban. Imam Syihabuddin al-Qustholany menyebutkan sebuah pernyataan dari sebagian ulama, bahwa bulan Syaban merupakan bulan bershalawat kepada Nabi saw, karena ayat shalawat diturunkan dalam bulan Syaban. Imam al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan sebuah pernyataan dari Abi Dzar al-Hurawi, bahwa perintah shalawat kepada Nabi saw. dengan ayat يا أيها الذين امنوا صلوا عليه…
Read More
Apakah Nabi Adam as. Berbahasa Arab?

Apakah Nabi Adam as. Berbahasa Arab?

Tauhid
Bahasa Nabi Adam as. tidak ada yang tahu kecuali Allah swt. sendiri. Kita tidak memiliki nash syar’i (teks yang terdapat di al-Quran dan hadits) yang dapat disandarkan atasnya, bahasa apa yang dipakai oleh beliau. Perkataan dan pendapat para sejarahwan dalam hal tersebut hanya bersifat dugaan semata dan kemungkinan yang tidak ada keyakinan di dalamnya. Akan tetapi, yang diketahui secara pasti adalah tidak dipungkiri lagi, bahwa Nabi Adam as berbicara dengan suatu bahasa, karena penjelasan terhadap segala sesuatu adalah tabiat alami manusia. “[Tuhan] Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur’an, Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara.” (QS Ar-Rahman 1-4) Permulaan umat manusia dimulai dengan satu bahasa yang lambat laun berkembang dan tidak terus –menerus tetap dalam satu bahasa tersebut. Telah diketahui bahwa umat manusia bermula dari satu jiwa yaitu Nabi…
Read More
Tauhid Islam Awal

Tauhid Islam Awal

Tauhid
Perdebatan panjang tentang detail-detail ketuhanan (tauhid) khususnya seputar asma wa shifat tak akan berkesudahan. Masing-masing kelompok memiliki hujjah (dalil) yang diyakini benar. Sebagai seorang thullab, pencari ilmu, kita ini terkadang over confident. Mentang-mentang sudah dilabeli “gelar” ustadz, kita kemudian berlagak seperti masyayikh bahkan seorang mujtahid yang kemudian masuk ke ranah perdebatan yang dengan gagah berani menyalahkan pihak yang tidak sepaham. Cobalah kita berkaca, sudah pantaskah? Cukuplah bagi kita ini mendapati penjelasan ulama-ulama yang mu’tabar. Kalau ada yang berbeda ambil yang kita yakini, tidak usahlah nggaya dengan ikut berdebat. Kalau kita kemudian memperhatikan sejarah kenabian, maka Nabi saw. tidak pernah mengajarkan dengan detail tentang ketuhanan. Bahkan ada larangan dari beliau untuk memikirkan Dzat Allah karena kita tak akan mampu. Perintah nabi, juga alquran, adalah perintah untuk memikirkan ciptaan-ciptaan Allah. Janganlah kalian…
Read More
Mencari Titik Temu Sunni-Syiah

Mencari Titik Temu Sunni-Syiah

Tauhid
Titik Temu Terpenting Antara Sunnah dan Syiah, Terkait Masa Depan Hubungan Di Antara Keduanya Tidak diragukan lagi bahwa ada beberapa hal persamaan antara Sunnah dan Syiah ditinjau dari kaidah dasar Islam. Jika tidak, maka sudah dipastikan Syiah keluar dari Islam. Sudah diketahui bahwa ada beberapa dasar yang memang dirujuk Syiah, meskipun ada banyak perbedaan mencolok juga dengan ahlus sunnah dan kelompok lainnya. Akidah Iman Kepada Allah Ta’ala Yaitu beriman kepada sifat-sifat Allah Ta’ala, akan tetapi diketahui ada beberapa perbedaan antara sunnah dan syiah dalam beberapa hukum. Syiah, misalnya, mewajibkan Allah bersifat lemah lembut yang mana sifat itu menjadi perantara untuk menentukan kepemimpinan/imamah menurut mereka. Mereka menghilangkan beberapa sifat, meskipun mereka mengatakan sifat tersebut ada. Sifat irodah dikembalikan ke sifat perbuatan. Sifat kalam dikembalikan ke sifat perbuatan Allah. Syiah bersepakat dengan…
Read More
Iqro: Perintah Agama Pertama yang Dilupakan

Iqro: Perintah Agama Pertama yang Dilupakan

Tauhid
Saat ini umat Islam, diakui atu tidak, terpuruk-terbelakang dalam semua aspek kehidupan. Tak mampu menjadi pemain dalam percaturan ekonomi politik maupun sosial budaya secara global. Selain tercerai berai tak bersatu dengan berbagai dalih, sebagian besar umat Islam masih terjebak dengan romatisme kejayaan masa lalu dan menjadi jumud serta tidak bergerak maju. Fakta sejarah membuktikan, peradaban Islam bergantung kepada tradisi baca-tulis dalam proses pertumbuhan maupun pelestariannya. Demikian pernyataan F. Rosental dalam Significant Uses of Arabic Writing yang dikutip Ali Romdhoni dalam bukunya, Alquran dan Literasi. Bahkan Qotadah dalam al-Jami' li Ahkam al-Quran karya al Qurthubi menyatakan bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan karunia tertinggi yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Ia menjadi perantara untuk memahami sesuatu. Tanpa tradisi baca-tulis, agama Islam tidak akan pernah berjaya. [caption id="attachment_579" align="aligncenter" width="299"] source: dailymoslem.com[/caption] Maka…
Read More
Kesan dan Pesan Al-Quran Untuk Para Penyeru Kebaikan

Kesan dan Pesan Al-Quran Untuk Para Penyeru Kebaikan

Tauhid
Makna Menyeru Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada pada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan amal saleh dan berkata :"Seseungguhnya aku termasuk orang-orang yang beserah diri?" (Q.S. Fushilat : 33) Mencermati dan mengikuti seruan-seruan kebaikan dari para penyeru, baik yang melalui media sosisal maupun elektronik tak jarang banyak kata-kata yang tak santun dan selalu begitu (berulang-ulang) tanpa peningkatan kualitas bahasa -baik lisan maupun tulis. Padahal kalau kita perhatikan petikan ayat di atas digunakan kata ahsan yang bermakna paling baik. Sementara sebagai seorang muslim kewajiban belajar bukankah sepanjang hayat? Apalagi sebagai seorang dai, maka sudah menjadi keharusan untuk meningkatkan keilmuannya, termasuk ilmu tentang komunikasi. Selama masih hidup, maka peluang-peluang untuk meningkatkan kemampuan terbuka lebar. Masalahnya, terkadang dengan banyaknya "jam terbang" maka kesempatan menambah ilmu menjadi berkurang bahkan bisa jadi tidak…
Read More
Tanya Jawab Quran (10)

Tanya Jawab Quran (10)

Tauhid
Soal: Apa nama surat yang diberi nama dengan nama sifat malaikat? Jawab: Surat As Shofat, Surat Al Ma’arij, Surat An Nazi’at.   Soal: Apa nama surat yang diberi nama dengan nama sifat Al Quran Al Karim? Jawab: Surat Al Furqon, Surat Fushshilat.   Soal: Apa nama surat yang diberi nama dengan nama para Nabi? Jawab: Surat Yunus, Surat Hud, Surat Yusuf, Surat Ibrahim, Surat Muhammad, Surat Nuh.   Soal: Apa nama surat yang diberi nama dengan nama hari kiamat? Jawab: Surat: Ad Dukhon, Al Waqi’ah, Al Hasyr, At Taghobun, Al Haqqoh, Al Qiyamah, An Naba’, At Takwir, Al Infithor, Al Insyiqoq, Al Ghasyiyah, Az Zalzalah, Al Qori’ah.   Soal: Apa nama surat yang diberi nama dengan nama logam? Jawab: Surat Al Hadid (besi)   Soal: Surat apa yang diawali dengan…
Read More

Kritik Teks terhadap Ibnu Taimiyah (11)

Tauhid
Pembahasan yang akan kami paparkan selanjutnya di bawah ini akan memperjelas metode Ibnu Taimiyah dalam mengeluarkan argumentasi. Dia sendiri menyatakan persetujuannya terhadap argumen tersebut, sebagaimana telah Anda ketahui sebelumnya maupun selanjutnya.   Ibnu Taimiyah kemudian mempreteli aspek-aspek yang menjadi penentu kaidah-kaidah yang telah disebutkan di atas. Dia mengatakan:   “Aspek pertama, di dalamnya terdapat kaidah agung dan menyeluruh.”   Inilah aspek pertama. Ibnu Taimiyah menyebutnya dengan tiga kriteria. Pertama, itu merupakan kaidah. Dalam arti, kaidah tersebut merupakan perkara general yang mencakup seluruh bagiannya. Pada dasarnya, kaidah haruslah bersifat umum, tidak ada pengecualian di dalamnya kecuali jika pembuat kaidah tersebut membuat pengecualian.   Kriteria kedua yang disematkan Ibnu Taimiyah pada kaidah ini adalah “Kaidah yang Agung”. Kata agung di sini mengandung pengertian memiliki kedudukan tinggi dan faedah besar. Pasalnya, kaidah ini…
Read More